Home »

Tasik

Agar Masyarakat Bisa Berpuasa dengan Tenang, Pengusaha Tempat Hiburan Malam Diminta Patuhi Aturan

Sedangkan untuk tempat hiburan malam Pemkot tidak mengizinkan beroperasi sama sekali. . .

Agar Masyarakat Bisa Berpuasa dengan Tenang, Pengusaha Tempat Hiburan Malam Diminta Patuhi Aturan
Dok Humas Polda Jatim & Istimewa
Ilustrasi pemandu lagu (Kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri Herdiansah

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Untuk menjaga suasana ibadah, selama bulan Ramadan jam operasional warung makan di Kota Tasikmalaya dibatasi.

Sedangkan untuk tempat hiburan malam Pemkot tidak mengizinkan beroperasi sama sekali selama satu bulan penuh.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Undang Herdiana mengatakan, aturan tersebut telah disebarkan melalui Surat Edaran Wali Kota Tasik kepada para pelaku tempat makan serta pengusaha tempat hiburan malam.

"Supaya masyarakat Kota Tasik bisa lebih merasakan suasana Ramadan, lebih bisa untuk berkonsentrasi, fokus memperbanyak ibadah-ibadah," kata Undang saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (16/5/2018) siang.

Jenis tempat hiburan malam yang dimaksud Undang semisal wahana karaoke.

Menurut catatan Disporabudpar, terdapat sedikitnya tiga tempat karaoke di Kota Tasik.

Undang menyebut, pelarangan operasi terhadap tempat hiburan malam mulai berlaku efektif saat hari pertama ramadan.

Jika terdapat pengusaha yang kedapatan nakal, pemerintah bakal mengambil langkah tegas.

"Para hari pertama puasa, mereka harus tutup sepanjang hari 24 jam. Karaoke segala macam tidak boleh ada yang beroperasi. Ini sudah jadi ketentuan yang harus dipatuhi," sebutnya.

Sementara itu, untuk usaha rumah makan, pemerintah membolehkan beroperasi sejak pukul 16.00 WIB.

"Pembukaan saat sore hari diberlakukan untuk menghindari adanya konsumsi warga tak berpuasa yang bisa memicu aksi-aksi sepihak semisal sweeping," ujarnya.

Selain itu, berbagai jenis kegiatan malam di perhotelan juga diminta untuk menyesuaikan.

"Kalau ada yang nakal masih melanggar aturan, akan kami koordinasikan supaya tidak ada sweeping. Nanti penindakan akan dilakukan pihak berwenang. Kami akan berikan sanksi teguran hingga sanksi berat," kata dia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help