Home »

Tasik

Ramadan Berkah

Selama Ramadan, Jam Kerja PNS di Kota Tasikmalaya Dikurangi Satu Jam dari Hari Biasanya

Selama bulan Ramadan, jam kerja pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tasikmalaya bakal mengalami penyesuaian.

Selama Ramadan, Jam Kerja PNS di Kota Tasikmalaya Dikurangi Satu Jam dari Hari Biasanya
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Selama bulan Ramadan, jam kerja pegawai negeri sipil  (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tasikmalaya bakal mengalami penyesuaian.

Waktu kerja yang jika di bulan-bulan biasa berlangsung selama delapan jam dalam sehari akan dikurangi menjadi tujuh jam sehingga mereka bisa pulang lebih cepat.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan aturan penyesuaian jam kerja tersebut telah diterima dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 336 tahun 2018.

Baca: Skuat Persib Bandung Gelar Munggahan di Rumah Haji Umuh, Mario Gomez Tak Hadir

Baca: Resmi! Pemerintah Umumkan Awal Puasa 1 Ramadan Jatuh pada Hari Kamis 17 Mei 2018

"Jam kerja PNS sudah ada aturan dari Kemenpan RB sudah keluar tentang jam kerja. Aturannya ada yang lima hari kerja, ada yang enam hari kerja," kata Yusuf di Tasikmalaya, Selasa (15/5/2018).

Dia menjelaskan, untuk PNS organisasi perangkat daerah yang memberlakukan waktu kerja enam hari akan bekerja pukul 08.00-14.00 Senin-Sabtu.

Sedangkan PNS di OPD yang waktu kerja lima hari bekerja sejak pukul 08.00-15.00 WIB. keduanya mendapat jatah istirahat jam 12.00-12.30 WIB.


Meski jam kerja mengalami penyusutan, Yusuf mengatakan pelayanan terhadap warga yang membutuhkan tetap harus dilayani secara prima.

"Jika ada PNS yang kedapatan membolos tanpa alasan, pemerintah bakal memberikan sanksi sesuai aturan," tegasnya.

Dia menambahkan, sanksi sudah diatur di Peraturan Pemerintah Nomor 53 (Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil).

"Sudah jelas masalah disiplin pegawai itu. Kita bijak saja dalam menyikapi persoalan itu. Yang jelas pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti, harus berjalan terus," katanya. (*)

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help