Serangan Bom di Surabaya

Para Pelaku Teror Bom di Surabaya Punya Guru Bernama Abu Bakar, Kini Sedang Diburu Polisi

Dia adalah guru dari Dita Supriyanto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, Minggu lalu.

Para Pelaku Teror Bom di Surabaya Punya Guru Bernama Abu Bakar, Kini Sedang Diburu Polisi
YouTube
Keluarga pelaku peledakkan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

TRIBUNJABAR.ID - Polisi tidak berhenti menumpas rantai jaringan pelaku teror di Surabaya.

Saat ini, polisi sedang memburu seseorang bernama Abu Bakar.

Dia adalah guru dari Dita Supriyanto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, Minggu lalu.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, selain guru Dita Supriyanto, Abu Bakar juga guru Anton Ferdiantono, pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo Sidoarjo, Minggu malam.

Baca: Beredar Video Pidato Menag Tetapkan Awal Ramadhan Palsu, Pengunggah Minta Maaf

Baca: Fakta Soal Terduga Teroris Ini Bikin Tri Rismaharini Terkejut Hingga Singgung Menteri

"Kedua orang itu sering mengaji pada Abu Bakar di Surabaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Rungkut," kata Kapolda di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018).

Saat menggelar kajian agama, para murid termasuk 2 orang itu membawa keluarganya.

"Di pengajian itu juga sering diputar film-film tentang aksi bom teroris," jelas dia.

Dita Supriyanto adalah bapak dari keluarga yang meledakkan 3 gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Selain Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, 2 gereja yang diledakkan adalah Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Surabaya.

Baca: Membongkar Teka-teki Kehamilan Lucinta Luna, Bandingkan Perutnya di Acara Karma dan Ketika Sesi Foto

Baca: Makan 2 Butir Telur Sehari, Rasakan 11 Manfaat untuk Kesehatan Anda, Termasuk Risiko Jantung

Lima anggota keluarga Dita tewas dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

Mereka adalah Puji Kuswati isterinya, 2 anak perempuannya yaitu Fadilah Sari (12) dan Pamela Riskika (9), dan 2 putra Dita yang bernama Yusuf Fadil berusia (18) dan Firman Halim (16).

Sementara Anton Febrianto adalah pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo, Kecamatan Taman Sidoarjo.

Dalam ledakan itu, Puspitasari, isterinya, dan anaknya, tewas. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Buru Abu Bakar, Guru Pelaku Bom Gereja Surabaya

Baca: Ledakan Terjadi di Kawasan Panongan Tangerang, Sejumlah Bangunan Luluh Lantak, 3 Orang Luka

Baca: Satu Anak Anton Tolak jadi Teroris, Ternyata Begini Cara Orang Tuanya dalam Mendoktrin

Editor: Indan Kurnia Efendi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help