Serangan Bom di Surabaya

FKUB Garut Kutuk Aksi Terorisme di Surabaya, Ini 8 Poin Sikapnya

Bakesbangpol Garut, perwakilan dari beberapa agama ini menyikapi situasi dan kondisi yang meresahkan masyarakat.

FKUB Garut Kutuk Aksi Terorisme di Surabaya, Ini 8 Poin Sikapnya
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menyampaikan pernyataan sikap terkait kerusuhan di Mako Brimob, Kota Depok dan Bom Bunuh di Surabaya, Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Garut menyampaikan pernyataan sikap terkait kerusuhan di Mako Brimob, Kota Depok dan Bom Bunuh di Surabaya, Jawa Timur.

Bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Garut, perwakilan dari beberapa agama ini menyikapi situasi dan kondisi yang meresahkan masyarakat.

Dalam pernyataan sikap tersebut ada delapan poin yang disampaikan oleh para perwakilan agama terkait aksi teror yang terjadi belum lama ini.

Satu, menyampaikan keprihatinan serta duka cita yang sedalam-dalamnya atas korban di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Baca: BREAKING NEWS: Innalilahi Pelawak Gogon Srimulat Meninggal Dunia, Jasad Almarhum Akan Dibawa ke Solo

Dua, menyatakan tegas bahwa tindakan para pelaku teroris dan radikalisme adalah merupakan tindakan yang keluar dari nilai-nilai ketuhanan, keagamaan, dan kemanusiaan.

Tiga, mengutuk pelaku tindakan bom bunuh diri, terorisme, latar belakang yang menggunakan kekerasan, menebarkan rasa kebencian, di antara perbedaan keyakinan ketuhanan dan keagamaan.

Empat, mendesak kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan pemerintah untuk menyelesaikan rancangan undang-undang (RUU) terorisme agar menjadi UU. Apabila berlarut-larut maka mendesak kepada presiden untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

Baca: Kabar Adanya Bom di Kiaracondong Dipastikan Hoax, Ini Faktanya

Lima, menyampaikan rasa belasungkawa sangat mendalam kepada seluruh keluarga korban untuk tetap tabah dalam menghadapi musibah yang dialami agar disikapi secara lapang dada, tabah, dan kesabaran.

Tujuh, meningkatkan tali silaturahmi antar umat beragama melalui FKUB Kabupaten Garut.

Delapan, FKUB Kabupaten Garut tetap menjamin kebersamaan dan kerukunan umat beragama serta terciptanya suasana kondusif di Kabupaten Garut.

Baca: Bos Ducati: Jorge Lorenzo Lebih Baik daripada Valentino Rossi

Ketua FKUB Kabupaten Garut, Djohan Djauhari, mengatakan, FKUB ini mewakili beberapa agama, di antaranya, hindu, buddha, kristen protestan, katolik, konghucu, dan islam.

"Bersama Bakesbangpol melakukan pertemuan atas terjadinya aksi teror yang terjadi di Depok dan Surabaya," kata Djohan di Kantor Bakesbangpol, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Selasa (15/5/2018).


Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help