Empat Dokumen Soal TPPAS Legok Nangka Diserahkan LKPP kepada Gubernur Jabar

Dokumen tersebut akan menjadi acuan panita yang dibentuk gubernur dan KPBU melaksanakan pembangunan TPPAS Legok Nangka.

Empat Dokumen Soal TPPAS Legok Nangka Diserahkan LKPP kepada Gubernur Jabar
ISTIMEWA
Ketua LKPP, Agus Prabowo saat menyerahkan dokumen KPBU TPPAS Legok Nangka kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher, Gedung Sate, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Empat dokumen mengenai pengoperasian Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka diserahkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher, di Gedung Sate, Selasa (15/5/2018).

Dokumen pertama adalah tentang pengelolaan angkutan sampah, dokumen kedua berisi FS (feasibility study), doumen ketiga mengenai pra kualifikasi tender TPPAS Legok Nangka, dan dokumen keempat berisi rancangan perjanjian (tender).

Dokumen tersebut akan menjadi acuan panita yang dibentuk gubernur dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melaksanakan pembangunan TPPAS Legok Nangka.

Baca: Densus 88 Terlibat Baku Tembak dengan Kelompok Terduga Teroris di Surabaya

Baca: Unggah Foto Dicium Maia Estianty dan Ahmad Dhani, Dul Jaelani: Inilah Bahagia

“Kami akan ada semacam capacity building dari LKPP khusus panitia dan KPBU, bagaimana proses lelang harus dilakukan. Dipastikan semua unsur komponen terlibat dalam proses pelelangan sampai kontrak,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Anang Sudarna, ketika ditemui di Gedung Sate.

Anang Sudarna mengatakan model KPBU untuk pembangunan TPPAS adalah yang pertama di Indonesia.

Ia berharap proses KPBU ini dapat berhasil sehingga dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.


Dalam proses lelang, Anang juga mengharuskan pemenang lelang memang pakar pada bidang pengolahan sampah menggunakan teknologi ramah lingkungan.

“Lelang bukan hanya lelang administratif, tapi bagaimana mereka yang paham pakar di bidang teknologi pengolahan sampah dan pakar di bidang ekonomi finansial untuk menghitung,” kata Anang.

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help