Cerita Anton Solihin, Pemilik Perpustakaan Batoe Apie, Berbagi Pengalaman di Frankfurt Book Fair

Ia banyak mengumpulkan koleksinya berupa buku-buku bacaan, majalah, koran, kaset, cakram musik, film, kliping berita

Cerita Anton Solihin, Pemilik Perpustakaan Batoe Apie, Berbagi Pengalaman di Frankfurt Book Fair
Tribun Jabar/Ery Candra
Anton Solihin, pendiri Perpustakaan Batoe Apie di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Kecintaannya pada buku, nyaris tak mengenal batas. Anton Solihin begitu ia dipanggil, juga gemar berbagi bacaan kepada generasi muda dan masyarakat umum.

Kecintaan Anton pada buku tercipta pada ruang baca, yang bernama Perpustakaan Batoe Apie. Lokasi yang berada di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Ia banyak mengumpulkan koleksinya berupa buku-buku bacaan, majalah, koran, kaset, cakram musik, film, kliping berita, dan artikel lawas.

Menurutnya siapa saja berhak untuk memperoleh akses membaca buku secara santai dan murah dari ruang baca yang didirikannya 19 tahun silam.

Baca: Pihak Keluarga Ikhlas Melepas Kepergian Ciska Edi Handoko, Berikut Sosok Korban di Mata Putrinya

Anton menceritakan pernah mendapatkan kehormatan besar, terpilih sebagai satu di antara Guest of Honor di Frankfurt Book Fair (FBF) Jerman 2015 lalu.

Pasalnya, Frankfurt Book Fair merupakan ajang tahunan bagi lebih dari 100 negara untuk menampilkan buku-buku terbaik.

"Ada beberapa unsur literasi beberapa kota di Indonesia, dari Bali, Banten, Jogja, saya mewakili dari Bandung," ujar Anton, di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (15/5/2018).

Baca: Satu Anak Anton Tolak jadi Teroris, Ternyata Begini Cara Orang Tuanya dalam Mendoktrin

Anton menuturkan ketika menghadiri pameran terbesar di dunia itu sempat mengalami perasaan malu karena dominan dihadiri oleh sejumlah penulis-penulis hebat dari berbagai belahan dunia.

"Saya doang yang enggak. Saya bilang mengakunya sebagai pendokumentasi budaya populer. Ngumpulin kaset, buku-buku lama dan film. Enggak mengaku dari literasi atau lainnya," ujar Anton dengan rasa rendah hati.

Anton mengatakan saat berada di forum pameran itu berbagi cerita tentang pengalaman budaya membaca di Bandung, khususnya wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

"Berbagi cerita lingkungannya seperti apa, dekat dari kampus dan dibelakang pabrik. Lokasi dipinggir kota. Kesana pada tahun 2015 lalu," kata Anton. (*)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help