Teror Bom Surabaya dan Sidoarjo Tak Pengaruhi Aktivitas Pasar Modal

teror bom Thamrin 14 Januari 2016, ucapnya, menunjukkan teror tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Teror Bom Surabaya dan Sidoarjo Tak Pengaruhi Aktivitas Pasar Modal
DOKUMENTASI KONTAN
Illustrasi IHSG. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam bagi para korban dan keluarga atas serangan teror bom yang di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (13/5/2018).

BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) prihatin atas serangan teror yang total menewaskan 25 orang dan puluhan luka-luka.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini,” kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (14/5/2018).

Tito Sulistio mengimbau seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal.


Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, ucapnya, menunjukkan teror tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Pada saat terjadinya teror, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72 persen di level 4.459,32 poin.

Koreksi IHSG itu hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan hari menguat 0,24 persen.

Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi.

Halaman
12
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved