Bupati Cianjur dan Kasrem 061 Suryakancana Bogor Launching Kegiatan Perluasan Sawah Baru

Kabupaten Cianjur sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi.

Bupati Cianjur dan Kasrem 061 Suryakancana Bogor Launching Kegiatan Perluasan Sawah Baru
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Bupati Cianjur, DR H Irvan Rivanno Muchtar bersama Kepala Staf Resort Militer 061 Suryakencana Bogor Letkol Kaveleri Eko Saptono menghadiri Launching Kegiatan Perluasan Sawah Baru, di Desa Sukabungah Kecamatan Campaka Mulya Cianjur, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur, DR H Irvan Rivanno Muchtar bersama Kepala Staf Resort Militer 061 Suryakencana Bogor Letkol Kaveleri Eko Saptono menghadiri Launching Kegiatan Perluasan Sawah Baru, di Desa Sukabungah Kecamatan Campaka Mulya Cianjur, Jumat (11/5/2018).

Turut hadir Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura Kabupaten Cianjur, M. Nano , Camat Campaka Mulya, jajaran TNI dan para pejabat sipil dan TNI lainnya.

Dalam sambutannya M Nano menjelaskan tentang posisi Kabupaten Cianjur sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa target PDRB sektor pertanian Kabupaten Cianjur tahun 2017 sebesar 12.028 Milyar, dapat terealisasi sebesar 12.585 Milyar, atau 104,15%, dengan asumsi potensi lahan sawah seluas 66,934 ha, dapat memproduksi padi 935.277 ton.


M. Nano mengatakan, pada tahun 2017 telah dicetak sawah baru seluas 51 ha di kecamatan Cikadu dan pada tahun 2018 akan dicetak sawah baru seluas 160 ha, di kecamatan Cidaun 150 ha dan 10 ha di kecamatan Campaka Mulya dengan prediksi hasil padi dari 211 ha.

Jika hasil perhektare 5 ton maka akan menghasilkan 1.055 ton, jadi akan menghasilkan produksi padi yang cukup untuk masyarakat Cianjur bahkan dapat dijual dengan menggunakan branding Cianjur.

Sementara Kepala Staf Resort Militer 061 Suryakencana Bogor Letkol Kaveleri Eko Saptono, mewakili TNI selaku pelaksana perluasan lahan sawah baru, menegaskan tentang pentingnya kekuatan ketahanan pangan dalam menangkal produk-produk ilegal yang banyak menimbulkan masalah.

Baca: Bandingkan Sikap Azriel pada 2 Ibunya, Disebut Pilih Ashanty daripada Krisdayanti, Ini Penyebabnya

Bupati Cianjur, DR. H. Irvan Rivanno Muchtar dalam sambutannya menjelaskan tentang kebijakan yang terkait dengan perluasan dan pencetakan sawah baru, yang diawali moratorium TKI/TKW yang berdampak terhadap pada pengangguran.

Maka diperlukan solusi untuk penanganan pengangguran yang sesuai dengan budaya dan potensi wilayah di Kabupaten Cianjur, yang diesuaikan dengan kebijakan tiga zonasi pembangunan di Cianjur.

"Sebagai Tindak lanjut dari kebijakan pembagian tiga zonasi pembangunan, maka perlu dilakukan perluasan dan pencetakan lahan sawah baru sebagai kompensasi dari lahan yang dipakai oleh industri," kata Irvan.

Baca: Begini Kronologis Malam Maut di Cirebon, Satu Tewas Dua Luka Berat, Pemicunya Masalah Sepele

Lebih lanjut Bupati Cianjur menyampaikan pola pemasaran hasil pertanian melalui BUMD dan pentingnya branding produk unggulan yang menjadi ciri khas Kabupaten Cianjur.

Kegiatan ditutup dengan seremonial pengerukan lahan oleh Bupati Cianjur, DR. H. Irvan Rivanno Muchtar dan Kepala Staf Resort Militer 061 Suryakencana Bogor Letkol Kaveleri Eko Saptono, sebagai tanda Launching Kegiatan Perluasan dan Pencetakan Sawah Baru.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help