BI Prediksi Roda Ekonomi di Wilayah Priangan Timur Akan Meningkat Tahun Ini

BI bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan diperkirakan mencapai kisaran. . .

BI Prediksi Roda Ekonomi di Wilayah Priangan Timur Akan Meningkat Tahun Ini
Kompas.com/Robertus Belarminus
Bank Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri Herdiansah

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Bank Indonesia memprediksi jalannya perekonomian daerah-daerah di kawasan Priangan Timur bakal berjalan positif sepanjang 2018.

BI bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan diperkirakan mencapai kisaran 5,7 hingga 6,2 persen dari tahun ke tahun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Heru Saptaji mengatakan, proyeksi pertumbuhan bank sentral tersebut lebih besar ketimbang pertumbuhan tahunan pada 2017 lalu yang hanya mencapai 5,6 sampai 6,1 persen.

"Ini suatu kondisi yang menunjukkan optimisme bagi kita semua, bahwa arah pertumbuhan ekonomi ke depan khususnya di triwulan II 2018 akan signifikan membaik," kata Heru di Tasikmalaya, Jumat (10/5/2018) sore Kemarin.

Kemudian BI juga memprediksi kinerja perekonomian Priangan Timur triwulan II 2018 meningkat dari sisi permintaan ketimbang triwulan I 2018.

Heru menjelaskan, komponen konsumsi rumah tangga menjadi salah satu pendorong kenaikan tersebut seiring berlangsungnya momen Ramadan dan Idul fitri.

Selain Itu, realisasi beberapa proyek infrastruktur pemerintah dan pelaksanaan Pilkada Serentak pada Juni 2018 diperkirakan juga berpotensi mendorong kinerja komponen konsumsi pemerintah pada periode tersebut.

"Sedangkan dari sisi penawaran, momen musiman hari raya keagamaan diperkirakan juga memberikan pengaruh pada Iapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha Industri pengolahan, terutama yang berkaitan dengan industri makanan," jelas Heru.

Ia melanjutkan, masa panen awal triwulan Il 2018 juga berpengaruh positif terhadap kinerja lapangan usaha pertanian.

Heru mengatakan prakiraan tersebut cukup beralasan jika melihat Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dulakukan oleh KPw BI Tasikmalaya.

"Di mana perkiraan kegiatan usaha meningkat 39.35 persen. Optimisme peningkatan kegiatan usaha didukung oleh perkiraan penggunaan tenaga kerja sebesar 7,99 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2018 yang terkontraksi sebesar -0,40 persen," terang Heru.

Dia menambahkan untuk menjaga hal itu diperlukan beberapa hal yang harus dilakukan.

"Termasuk ciptakan iklim usaha kondusif yang akan menciptakan perkembangan ekonomi baru dengan dampak luas. Dukungan sektor pertanian, sumber daya manusia, dan jaga kondisi sosial ekonomi pascapilkada 2018," tutupnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help