Pilgub Jabar

Ini Cara Menanggulangi Paham Radikal Versi Dedi Mulyadi

Dalam kultur budaya, ujar Dedi, terdapat penguatan paham ideologi kebangsaan yang terdiri dari sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Ini Cara Menanggulangi Paham Radikal Versi Dedi Mulyadi
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Calon Cawagub Jabar, Dedi Mulyadi di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (3/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki cara yang bisa menjadi pijakan utama dalam melakukan deradikalisasi.

Salah satunya dengan menanamkan nilai dan kultur budaya keindonesiaan.

Dalam kultur budaya, ujar Dedi, terdapat penguatan paham ideologi kebangsaan yang terdiri dari sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Baca: Ini Sumbang Saran dari Dedi Mulyadi Mengenai Penanganan Terorisme

Dedi menjelaskan nasionalme adalah pegangan ideologi bangsa saat ditemui di kediamannya, di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta.

Sebagai Budayawan Jawa Barat, Dedi Mulyadi merupakan sosok yang menaruh perhatian besar terhadap poin ini.

“Kita berkeyakinan bahwa ideologi Pancasila itu sudah final sebagai ideologi Negara. Itu identitas bangsa Indonesia yang menjadikan kita terhormat di mata dunia,” kata dia, Jum’at (11/5/2018).

Selain daripada itu, mantan terpidana kasus terorisme, harus diberikan ladang ekonomi yang layak.

Baca: Cerita Risa Saraswati Tentang 5 Teman Gaib-nya, Pernah Bertemu Makhluk Mengerikan!

Pendekatan secara psikologis dan sosiologis pun perlu diberikan, agar mereka kembali berasimilasi dengan masyarakat umum.

“Kalau kita biarkan mereka terasing dan berada dalam kesulitan ekonomi, besar kemungkinan mereka akan kembali kepada kelompoknya,” katanya menjelaskan.

Dedi Mulyadi melihat, pemerataan pembangunan mutlak harus dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan tanpa pandang bulu.

Karena, menurutnya, kesenjangan sosial dan ekonomi menjadi salah satu penyumbang kuat seseorang terjerembab dalam kasus terorisme.

“Pemerataan pembangunan itu bisa mengikis kesenjangan di seluruh wilayah. Pancasila lahir sebagai solusi masalah, bukan lagi sekedar diskursus. Ini nilai ajaran kita,” ucapnya.


Penulis: Haryanto
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help