Cianjur Dapat Predikat Daerah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat.

Banjir dan longsor merupakan dua jenis bencana yang sering menyergap Kabupaten Cianjur.

Cianjur Dapat Predikat Daerah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat.
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Alat berat mulai beroperasi memapas bukit Puncak Pass dan membuat jalur bari di kawasan, Ciloto, Kecamatan Cipanas yang sempat terkena longsor beberapa waktu lalu. Dua alat berat beroperasi di atas puncak bukit dan satu alat berat lainnya beroperasi di pinggir jalan untuk memapas pinggir bukit, Selasa (10/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Cianjur mendapat predikat daerah paling rawan bencana di Jawa Barat.

Banjir dan longsor merupakan dua jenis bencana yang sering menyergap Kabupaten Cianjur.

Bagian Kebencanaan Dinas Sosial Jawa Barat, Dalily mengatakan, wilayah hutan atau kawasan permukiman dekat hutan masih menjadi kawasan merah terjadinya bencana.

Ia mengatakan, di Jawa Barat kawasan lainnya yang kerap terjadi pergerakan tanah adalah Sumedang, Majalengka, dan kawasan Priangan Timur.

Untuk mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan bencana, pihaknya kembali mendatangi Kabupaten Cianjur di mana terjadi lokasi pergerakan tanah. Kawasan yang dikunjungi adalah Desa Batulawang.

Ia mengajak sebanyak 60 warga untuk diberikan materi siaga bencana.

Dari data Dinas Sosial, Desa Batulawang merupakan lokasi ke lima yang menjadi kampung siaga bencana pergerakan tanah.

Beberapa pekan sebelumnya kawasan ini memang diguncang pergerakan tanah.

"Sejak 2009 di Cianjur sudah ada lima desa yang menjadi kampung siaga bencana, di antaranya Desa Mekarsari, Pagelaran, Mekarmulya Cikalongkulon, Mekarbakti Naringgul, Sukaresmi Cikancana, dan kali ini Desa Batulawang Cipanas," ujar Dalily, Kamis (10/5/2018).

Baca Berita Ini Selengkapnya di Koran Tribun Jabar Edisi Jumat, 11 Mei 2018.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help