Home »

Tasik

Pilgub Jabar

Dedi Mulyadi Nazar, Jika Terpilih Setelah Bandung dan Purwakarta, Tempat Ini yang Akan Dikunjunginya

Jadi saya bernazar, jika Allah SWT memercayakan Pak Deddy Mizwar ‎dan saya terpilih pada 27 Juni 2018 nanti

Dedi Mulyadi Nazar, Jika Terpilih Setelah Bandung dan Purwakarta, Tempat Ini yang Akan Dikunjunginya
Tribunjabar/Mega Nugraha
Dedi Mulyadi saat mengunjungi Kampung Gunung Satria, Desa Kersa Maju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (8/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJ‎ABAR.ID,BANDUNG - Calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi bernazar di sebuah bukit yang ditumbuhi pohon pinus dan dihadiri ratusan warga Kampung Gunung Satria, Desa Kersa Maju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (8/5/2018).

Di sini Dedi menghadiri syukuran warga yang berhasil menata bukit berhawa sejuk itu jadi kawasan wisata. Bukit itu juga dikelilingi kebun teh.

"Jadi saya bernazar, jika Allah SWT memercayakan Pak Deddy Mizwar ‎dan saya terpilih pada 27 Juni 2018 nanti, tempat pertama di luar Bandung dan Purwakarta yang akan saya datangi adalah kampung ini, saya ingin syukuran bersama warga tepat di bukit hutan pinus ini," kata Dedi.

Baca: Sule Digugat Cerai, Ini Kekayaan Sule-Lina Setelah 20 Tahun Menikah

‎Dalam kunjungannya, Dedi disambut ratusan warga kampung itu yang mayoritas bekerja sebagai buruh pemetik teh perusahaan swasta di kampung itu. Sajian nasi tumpeng dihidangkan, warga dan mantan Bupati Purwakarta itu menyantapnya secara lahap. Dedi mengaku terkesan dengan warga di kampung itu.

"Kampung ini memegang teguh adat tradisi. Kekompakan warganya dalam bergotong royong juga sudah teruji saat mereka menata bukit ini jadi nyaman. Nanti syukuran di sini, bikin nasi tumpeng lagi dan makan bersama lagi di bawah pohon pinus," kata Dedi.


Dari segi landscape pemandanganya pun, kata Dedi, wilayah itu sangat cocok dijadikan kawasan wisata alam. Tentu saja kata dia, dengan memperbaiki akses infrastruktur. Kampung Gunung Satria berjarak sekitar 5 km dari jalur penghubung Kabupaten Garut dan Tasikmalaya tepatnya di wilayah Kecamatan Salawuh.

"Ke depan Pemprov Jabar harus menata kawasan ini jadi obyek wisata desa. Dengan melihat landscape pemandanganya, warga desa harus ditata perumahannya dengan tipe arsitektur seragam. Membuat jalur-jalur wisata berkuda di tengah kebun teh dan hutan pinus. Kalau warga di sini hanya mengandalkan buruh petik teh saja kan kasihan," katanya.

Heri Suherman (46), tokoh pemuda warga setempat menjelaskan, mayoritas warga kampung itu berprofesi sebagai buruh perkebunan teh serta petani padi dan sayuran.

"Jadi sehari-hari kami memetik teh di kebun milik perusahaan swasta. Ada juga yang jadi petani padi dan sayuran dengan tumpang sari di hutan pinus," kata Heri.


Sejak lima bulan terakhir, ia bersama warga menata bukit hutan pinus itu supaya dikunjungi wisatawan meski akses infrastruktur masih tidak terlalu baik. Namun setiap akhir pekan, banyak anak muda yang sengaja berkunjung ke bukit tersebut.

"Termasuk ke Curug Cikondang. Jadi karena banyak yang datang ke sini, warga di sini kompak menata," kata dia.

Dedi Kurniawan (56) warga lainnya mengatakan, mayoritas warga sudah mengenal Dedi sebagai Bupati Purwakarta yang mengedepankan nilai tradisi budaya Sunda. "Tahunya beliau Bupati Purwakarta yang Nyunda sekali, jadi kami undang beliau kesini untuk makan bersama di bukit hutan pinus," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help