Elektabilitasnya Tinggi di Pantura, Dedy Mulyadi Kenang Pernah Tenggelam di Pemandian

Dedi Mulyadi mengaku memahami kebudayaan dan adat kebiasaan sehari-hari di wilayah Pantura.

Elektabilitasnya Tinggi di Pantura, Dedy Mulyadi Kenang Pernah Tenggelam di Pemandian
Tribun Jabar/Haryanto
Cawagub Jabar nomor urut empat Dedi Mulyadi saat ditemui di┬áKota Bukit Indah Plaza Hotel, Cinangka, Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Berdasarkan survei, elektabilitas cawagub Jawa Barat nomor urut empat, Dedi Mulyadi, tinggi di wilayah utara Jabar khususnya Pantura.

Menurutnya, itu bukan hal yang aneh.

Selain lahir di wilayah utara Jabar, Subang, Dedi Mulyadi mengaku ikatan emosional dan kekeluargaan dengan masyarakat di wilayah itu telah lama terjalin.

Oleh karena itu, tingkat kepercayaan dan keterpilihannya di Pantura lebih unggul dari kandidat lain.


"Setiap hari saya bergaul dengan mereka (warga Utara Jabar). Sudah banyak pengalaman yang saya alami di wilayah Pantura, bahkan pernah tenggelam juga di daerah pemandian, Ciasem, Subang," kata Dedi saat ditemui di Kota Bukit Indah Plaza Hotel, Cinangka, Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/5/2018).

Dedi Mulyadi mengaku memahami kebudayaan dan adat kebiasaan sehari-hari di wilayah Pantura.

Bahkan hubungan Dedi dengan masyarakat tersebut sudah bukan lagi hubungan politik melainkan telah beralih menjadi kekeluargaan.

Untuk mempertahankan pencapaiannya, pria yang bersanding dengan Cagub Jabar Deddy Mizwar akan terus bersilaturahmi dengan warga Pantura.

Baca: Pernikahan Bocah SD Batal, Ibu Calon Mempelai Perempuan Menangis Meraung-raung Lalu Pingsan

Baca: Viral di Medsos, Ini Isi Tulisan Denny Siregar Berjudul Membunuh Jokowi

"Kami akan terus bangun komunikasi. Orang utara itu kalau sudah bersikap, bakal susah berubah," ucapnya.

Selain di daerah utara, mantan bupati Purwakarta itu berharap elektabilitasnya di wilayah Selatan Jabar pun terus meningkat.

Untuk mengubah pandangan masyarakat terhadapnya, ia berusaha untuk selalu berinteraksi langsung hingga berkegiatan bersama warg.

"Bagi daerah lain pun akan berubah pada saatnya, seiring dengan persepsi yang berubah. Ini hanya persoalan persepsi saja," ujar dia. (*)

Penulis: Haryanto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help