Antrean Menjadi Buruh Masih Panjang

Keduanya terlihat memegang sebuah berkas pendaftaran yang berisi nomor urut. Setelah biodata terisi mereka memiliki nomor antrean di atas 3.400.

Antrean Menjadi Buruh Masih Panjang
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Calon pelamar kerja yang pingsan di lapangan Prawatasari, Cianjur Selasa (8/5/2018) siang kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Vanesa Liset (18) dan Yusuf (19) memilih menepi dari tengah lapang dan menunggu pengeras suara memanggil nomor antrean.

Keduanya terlihat memegang sebuah berkas pendaftaran yang berisi nomor urut. Setelah biodata terisi mereka memiliki nomor antrean di atas 3.400.

Keduanya terlihat berlindung dari terik mentari yang cukup menyengat di lapangan Prawatasari, Selasa (8/5/2018) siang kemarin.

Pelajar asal Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur ini berharap ada satu perusahaan yang bisa menerima mereka bekerja. Tak jauh dari mereka, di tengah lapangan, para pencari kerja masih antre mengular di masing-masing perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

Baca: Lapar? Enaknya Nyeruput Mie Jogja Pak Karso, Hangat dan Gurih

"Susah juga cari kerja di Cianjur, industri sudah banyak, tapi hari ini antrean sudah hampir empat ribu yang melamar, berarti saya juga tak sendiri hari ini," ujar Yusuf.

Hal senada dikatakan temannya, Vanesa, keduanya mengaku akan memasukkan lamaran ke PT Pou Yuen dengan alasan saat diterima bekerja mereka sudah diangkat menjadi karyawan tetap. "Kalau di perusahaan lain biasanya kontrak dulu," kata Yusuf.

Yusuf mengaku selama setahun ke belakang ia mengisi waktu dengan bekerja di sebuah toko. "Setelah lulus saya bekerja kemarin di toko," katanya.

Yusuf mengatakan setahun yang lalu ia sempat mendengar temannya mengajak untuk bekerja di pabrik. Namun harus membayar sejumlah uang untuk bekerja. Ia mengaku tak mempunyai uang sehingga ia lebih memilih menjadi pelayan toko. "Iya masih ada yang nawarin kerja tapi pakai uang dulu," kata Yusuf.

Baca: Foto-foto Laura, Wanita yang Dibunuh dan Dibakar Kekasihnya Sendiri Sehari Seusai Prewedding

Calon pelamar lain dari kalangan sarjana, Aditia Ghaisani (22), mengaku tertarik mencoba di perusahaan garmen untuk posisi HRD. Lulusan Hukum Unpad ini mengaku sambil menunggu beberapa lamaran lain, ia memanfaatkan waktu untuk mencari pekerjaan yang dekat dengan rumahnya. "Kebanyakan saat ini pekerjaan memerlukan pengalaman terlebih dahulu, bagaimana dengan nasib kami yang baru lulus, sambil menunggu saya mencoba memasukkan lamaran," katanya.

Aditia mengaku ia baru pertama kali mengikuti job fair dengan sistem manual. Biasanya job fair yang ia ikuti para pelamar hanya membawa laptop untuk memasukan aplikasi ke perusahaan. "Di sini saya lihat masih menggunakan sistem manual, saya kebagian antrean di atas angka 4 ribu," katanya.

Sektor industri ternyata masih menjadi primadona dan target pencari kerja di Cianjur untuk melamar pekerjaan.

Baca: Tiga Ekor Buaya Muncul, Warga Pesisir Kupang Resah

Salah satu perusahaan yang jadi targetan ialah PT Pou Yuen Indonesia, meski tak menerima banyak tenaga kerja, tetapi perusahaan terbesar di Cianjur tersebut paling banyak dimasuki berkas lamaran oleh pencari kerja yang rata-rata usia belasan tahun, khususnya mereka yang baru lulus SMA /SMK sederajat.

Padahal, perusahaan tersebut hanya menampung sekitar 200 tenaga kerja dari ribuan berkas yang masuk dalam job fair. Sementara beberapa perusahaan lainnya menerima lebih banyak, bahkan sampai 600 tenaga kerja, namun tidak begitu banyak diminati oleh pencari kerja.

"Jadi miris juga, melihatnya perusahaan besarnya padahal serapan tenaga kerja sedikit, sedangkan yang banyak menerima tidak banyak dilamar. Keduanya sama-sama UMK dan memberikan hak normatif, seharusnya melihat potensi diterima juga, bukan melihat orang banyak masuk ke mana," kata.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help