Namanya Kerupuk Melarat tapi Pembelinya Orang Kaya Pakai Mobil, Bukan Kaum Melarat

Kerupuk melarat memang tidak menggunakan minyak dalam pembuatannya, melainkan disangrai menggunakan pasir.

Namanya Kerupuk Melarat tapi Pembelinya Orang Kaya Pakai Mobil, Bukan Kaum Melarat
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Kerupuk Melarat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Namanya memang tak seterkenal kerupuk udang, namun Kerupuk Melarat menjadi salah satu oleh-oleh paling digemari yang dijajakab di sejumlah kios oleh-oleh di sepanjang Jalan Raya Bandung-Sumedang.

Bersaing dengan Ubi Cileumbu, kerupuk melarat menjadi pilihan oleh-oleh paling digemari para pembeli yang datang ke kios-kios di sekitar Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, dekat Cadas Pangeran.

Baca: Jalur Mudik di Jawa Barat Sudah Rampung 80 Persen, Bulan Puasa Dipastikan Tuntas

Pembelinya pun kebanyakan orang bermobil, cukup kaya dan bukan dari golongan melarat, seperti nama kerupuknya. 

"Yang jadi kesukaan pengunjung itu kerupuk melarat, karena unik, tidak digoreng pakai minyak," ujar Etih, seorang penjual oleh-oleh di Jalan Raya Bandung-Sumedang, Jumat (4/5/2018).


Kerupuk melarat memang tidak menggunakan minyak dalam pembuatannya, melainkan disangrai menggunakan pasir.

Karena cara pembuatannya tanpa minyak, para penjual menyebut kerupuk ini kerupuk non-kolesterol.

"Kalau lihat kerupuknya kan memang tidak ada minyaknya, ada hitam-hitam itu pasirnya. Tapi tenang, pasirnya bersih," uhar Etih.


Sebungkus kerupuk melarat berukuran besar dijual dengan harga sangat terjangkau, yaitu Rp 10 ribu.

"Harga murah juga jadi alasan banyak yang memilih kerupuk ini," ujar Etih.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help