Kisah Petugas Kesehatan Sembuhkan Pasien Gangguan Jiwa, Kambuh Lagi Setelah Istrinya Minta Uang

Petugas yang datang ke rumah untuk menangani ODGJ tak jarang diminta untuk membawa paisen yang sakit jiwa itu.

Kisah Petugas Kesehatan Sembuhkan Pasien Gangguan Jiwa, Kambuh Lagi Setelah Istrinya Minta Uang
net
ilustrasi gangguan jiwa atau mental 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Petugas kesehatan pada bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Sumedang memilih lebih bersabar saat menangani keluarga dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Petugas yang datang ke rumah untuk menangani ODGJ tak jarang diminta untuk membawa paisen yang sakit jiwa itu.

“Saat kami datang untuk mengobati dan menangani warga yang sakit jiwa itu, keluargnya tak jarang silahkan saja diambil. Jung bawa we kaditu,” kata dr Reni K Anton, Kepala Bidang P2P Dinkes di kantornya, Jumat (4/5).

Menurutnya, tak jarang juga ketika ada pasien sakit jiwa yang berhasil diobati dan bisa sembuh kemudian dikembalikan ke keluarga malah kembali menjadi stres dan kambuh lagi.

“Setelah diobati dan disembuhkan itu seharusnya tak ada faktor pemicu lagi tapi terkadang pasien sakit lagi karena faktor pemicu di keluarga tak dihilangkan,” katanya kepada Tribun Jabar.

Reni menyebutkan ada pasien sakit jiwa yang tak diurus oleh istri dan anaknya kemudian diserahkan ke adik dan kakaknya pasien.

Baca: Ditekuk Madura United, Persib Bandung Terlempar ke Urutan 9

Baca: Bayinya Hilang Sebelum Diberi Nama, Kartini Tak Percaya Bisa Ketemu Lagi 40 Tahun Kemudian

“Keluarga mengobati ke puskesmas kemudian dirujuk ke rumah sakit jiwa (RSJ) Cisarua,” katanya.

Setelah dirawat dan diobati dan menjadi sehat serta bisa lagi beraktifitas, bekerja sebagai tukang urut.

Halaman
12
Penulis: Deddi Rustandi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help