Tebus Ijazah Pakai Surat Rumah

Miris Masih Ada Ijazah Ditahan Sekolah, Ijazah Kunci Meraih Cita-cita

Pihak sekolah seharusnya bisa memberi keringanan kepada orang tua siswa dan duduk bersama menyelesaikan masalah tunggakan ini.

Miris Masih Ada Ijazah Ditahan Sekolah, Ijazah Kunci Meraih Cita-cita
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Ayah Adhtya, Junaedi, masih terbaring lemah karena menderita sakit jantung di rumahnya. Sudah hampir setahun ia tak bisa bekerja menafkahi keluarganya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pengamat Pendidikan Kabupaten Cianjur, Edi Efendi, mengatakan penahan ijazah karena persoalan tunggakan SPP seharusnya tidak boleh terjadi.

Penahanan ijazah seperti ini, kata Edi, tak boleh lagi dilakukan pihak sekolah karena pemerintah sudah memberikan bantuan operasional sekolah (BOS).

Pihak sekolah seharusnya bisa memberi keringanan kepada orang tua siswa dan duduk bersama menyelesaikan masalah tunggakan ini.

Pihak orang tua, kata Edi, bisa saja surat pernyataan, misalnya akan berusaha mencicil tunggakan itu dalam jangka waktu yang disepakati.

Orang tua siswa juga bisa membuat surat keterangan tidak mampu dari desa dan kecamatan. Setelah semua beres, serahkan berkas surat keterangan tidak mampu (SKTM) itu kepada pihak sekolah.


Pihak sekolah tentu harus bijak dan mempertimbangkannya dari berbagai aspek. Berbekal SKTM dan surat pernyataan dari orang tua siswa, cara-cara penahanan ijazah untuk memaksa orang tua siswa membayar SPP seharusnya tidak boleh lagi terjadi.

Karena itu, selaku pemerhati, kata Edi, ia merasa sangat miris saat mendengar masih ada sekolah yang menahan ijazah lulusannya karena persoalan tunggakan SPP.

"Ijazah adalah salah satu kunci meraih cita-cita. Bagaimana bisa melamar pekerjaan jika ijazahnya ditahan?" kata Edi.

Pejabat pendidikan di Cianjur, menuru Edi, seharusnya peka terhadap kasus penahanan ijazah yang ternyata masih dilakukan oleh salah satu sekolah negeri di Cianjur.

Dinas Pendidikan harus mendatangi setiap sekolah untuk mencari tahu berapa siswa yang ijazahnya masih ditahan. Dinas Pendidikan kemudian harus memanggil orang tua para lulusan yang ijazahnya masih ditahan itu  untuk duduk bersama dengan pihak sekolah untuk mencari solusi.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help