Pedagang Cemas Penjualan Ubi Cilembu Lesu Setelah Tol Cisumdawu Beroperasi

"Ubi Cilembu kan banyaknya dijual di kios-kios, apalagi petani-petani kecil," ujar Yoyoh (38), pedagang

Pedagang Cemas Penjualan Ubi Cilembu Lesu Setelah Tol Cisumdawu Beroperasi
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA
Ubi Cilembu mentah menumpuk di Kios Oleh-oleh khas Sumedang, Rabu (2/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pengoperasian jalur Tol Cisumdawu ketika sudah selesai pembangunannya akan mengancam kelangsungan para pedagang oleh-oleh yang berjualan di sepanjang Jalan Raya Bandung-Sumedang, di wilayah Kecamaran Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Pedagang khawatir, berbagai makanan khas daerah yang dijual juga akan kesulitan pemasarannya.

Salah satu makanan khas yang dijual oleh para pedagang oleh-oleh adalah Ubi Bakar Cilembu yang memiliki rasa manis madu.

"Ubi Cilembu kan banyaknya dijual di kios-kios, apalagi petani-petani kecil," ujar Yoyoh (38), pedagang oleh-oleh khas Sumedang, ketika ditemui Tribun Jabar di kiosnya, Rabu (2/5/2018).


Yoyoh mengatakan, sebagian kios-kios pedagang oleh-oleh yang berderet di dekat Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, mendapatkan ubi langsung dari para petani di Cilembu.

Ada pula pedagang yang memang memiliki ladang ubi dan memasarkan ubinya di kios milik sendiri. Para pedagang membakar ubi di kios agar pembeli bisa memakannya dalam kondisi hangat.

"Yang kasihan itu yang punya ladang sendiri, kalau penjualan oleh-oleh jadi lesu kan bingung juga dijualnya nanti ke mana," ujar Yoyoh.

Baca: Menjelang Ramadan, Satgas Pangan Purwakarta Blusukan ke Pasar Pantau Harga Sembako

Pasalnya, Yoyoh menyampaikan, makanan seperti ubi terbatas masa kadaluarsanya karena terancam busuk atau basi.

Yoyoh berharap ada langkah yang diambil pemerintah agar penjualan oleh-oleh khas Sumedang tidak terdampak Tol Cisumdawu.

Ubi Cilembu sendiri merupakan salah satu makanan khas yang paling banyak dicari pembeli yang mampir ke kios oleh-oleh.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help