Warga Lembang Demo ke Pertamina, Tuntut Pembangunan SPBU di Jalan Raya Lembang Disetop

Suherman mengatakan lahan seluas 856 meter persegi di SPBU tersebut seharusnya dijadikan ruang terbuka hijau.

Warga Lembang Demo ke Pertamina, Tuntut Pembangunan SPBU di Jalan Raya Lembang Disetop
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Ratusan warga Lembang yang tergabung dalam Forum Peduli Bandung Utara berunjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina Cabang Pemasaran Jawa Barat, Senin (30/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan warga Lembang yang tergabung dalam Forum Peduli Bandung Utara berunjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina Cabang Pemasaran Jawa Barat di Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin (30/4/2018). Mereka menuntut penghentian pembangunan SPBU di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Dalam spanduk yang dibentangkan massa di depan gerbang Kantor PT Pertamina, tertulis tuntutan mereka yang meminta pemerintah dan berbagai pihak mengghentikan sementara pembangunan di KBU. Mereka menuntut penegakan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang pembatasan pembangunan di KBU.

Baca: 5.000 Buruh dari KSPSI Siap Bertolak ke Jakarta, Berangkat Tiga Gelombang Mulai Selasa Dini Hari

Mereka pun menuntut PT Pertamina menghentikan pembangunan SPBU di Jalan Raya Lembang, tepatnya di Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pembangunan SPBU tersebut diduga melanggar peraturan mengenai KBU.

Selain orasi, selama mediasi dilakukan antara perwakilan massa dengan PT Pertamina di kantor Pertamina, massa pun menggelar aksi kesenian di depan gerbang tersebut, yakni kukudaan.


Sebelumnya, Forum Peduli Bandung Utara melakukan audiensi dengan pihak Pertamina di Kantor Pertamina Cabang Bandung, Senin (9/4/2018). Mereka diterima Kepala Pertamina Cabang Bandung Muhammad Reza dan Kepala Bagian Legal Ahmad Tohir.

Ketua Forum Peduli Bandung Utara, Suherman, mengatakan pembangunan SPBU tersebut harus dihentikan karena Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah melayangkan tiga kali surat teguran kepada pengelola SPBU tersebut.

Diduga, SPBU tersebut dibangun dengan luas ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih sedikit daripada ketentuan peraturan mengenai pengendalian pembangunan Kawasan Bandung Utara dalam Peraturan Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2016.

Suherman mengatakan lahan seluas 856 meter persegi di SPBU tersebut seharusnya dijadikan ruang terbuka hijau. Namun kenyataannya, kata Suherman, malah dibangun untuk pembuatan tanki BBM sehingga tidak ada lahan untuk penyerapan air hujan.


"Padahal di KBU ini lahan sudah sangat kritis. Tiap banjir terjadi di Kota Bandung, yang disalahkan pasti KBU. Semua pembangunan di KBU harus menyisakan banyak ruang untuk ruang terbuka hijau," kata Suherman di Kantor Pertamina Cabang Bandung.

SPBU tersebut,katanya, sudah memiliki izin tapi pelaksanaannya dilakykan secara salah karena melanggar peraturan tentang KBU. Seharusnya, katanya, apapun yang dibangun di KBU, harus menyediakan ruang terbuka hijau sampai 80 persen dari luas lahan.

Selama ini, kata Suherman, Forum Peduli Bandung Utara mendampingi berbagai pembangunan di KBU, dari mulai pengembangan kawasan wisata sampai hunian. Dengan pendampingan ini, kata Suherman, contohnya semua kawasan wisata di Lembang, sebagian besar terdiri atas ruang terbuka hijau. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help