AMTISS, Satu Startup Digital Ini Terus Perluas Pasar Internasional

Perusahaan yang memiliki kantor di EV Hive, BSD Banten dan 115 Amoy Street, Singapura ini menawarkan solusi manajemen aset

AMTISS, Satu Startup Digital Ini Terus Perluas Pasar Internasional
istimewa
AMTISS 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG - AMTISS, startup digital binaan Indigo.id bidang manajemen aset perusahaan, terus memperluas pasar global sekalipun baru berdiri beberapa tahun terakhir ini. Ivan F Gautama,CEO Amtiss mengatakan sejak memperoleh seed round atau pendanaan lanjutan, Amtiss telah menambah beberapa klien besar.

"Kami memperoleh suntikan modal Indigo. id kemudian dari operator telekomunikasi terbesar di Australian, Telstra, serta sejumlah angel investor Singapura akhir tahun lalu," Kata Ivan dalam keterangan persnya di Indigo. id, Bandung Senin (30/4/2018).

Sejak itulah, pihaknya telah menambah beberapa klien besar antara lain PT Gapura Angkasa untuk pengelolaan peralatan dan mesin di bandara, serta PT Kalimantan Prima Persada sebagai anak perusahaan United Tractors dalam pengelolaan peralatan pertambangan di Kalimantan.

Baca: Warga Lembang Demo ke Pertamina, Tuntut Pembangunan SPBU di Jalan Raya Lembang Disetop

Perusahaan yang memiliki kantor di EV Hive, BSD Banten dan 115 Amoy Street, Singapura ini menawarkan solusi manajemen aset berbasis cloud yang membantu perusahaan meminimalkan biaya operasional aset dan memaksimalkan masa kerja melalui pemeliharaan yang bersifat prediktif.

Dua aplikasi utama berbasis cloud yaitu desktop dan Android. Versi desktop digunakan mengelola dan memantau aset keseluruhan. Sedangkan versi Android digunakan melaporkan inspeksi kondisi aset dengan mengunggah foto dan melaporkan kondisinya. Beberapa sektor bisnis yang didukung Amtiss adalah industri pertambangan, konstruksi, transportasi, rumah sakit, sampai pemerintahan.


Ivan mengatakan, pencapain permodalan tersebut selaras perolehan klien luar seperti Gamuda Berhad asal Malaysia dalam pengelolaan aset di negara jiran itu setelah ikut program inovasi dari Rainmaking dan MDEC Malaysia.

"Saat ini kami dalam proses piloting dengan perusahaan konstruksi di Myanmar. Di sisi lain, kami menambah ke jajaran penasihat bisnis yakni seorang veteran di bisnis pertambangan, Mikhail Zeldovich. Beliau berpengalaman di wilayah tambang Mongolia dan Tiongkok sebagai salah satu upaya ekspansi jangka panjang di kawasan pertambangan Asia lainnya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved