80 Persen Wilayah Jawa Barat Rawan Longsor, BPBD Gelar Simulasi Tanggap Bencana

Karena itu, ujarnya, melalui simulasi yang telah dilakukan, dia berharap dapat memberikan pengetahuan luas kepada masyarakat

80 Persen Wilayah Jawa Barat Rawan Longsor, BPBD Gelar Simulasi Tanggap Bencana
Tribun Jabar/Seli Andina
Longsor menimbun dua hektare sawah di Kampung Cibulakan, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Senin (2/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dicky Saromi, mengatakan, wilayah Jawa Barat, sekitar 80 persennya berpotensi longsor.

Longsor itu, terutama berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat bagian tengah dan selatan.

"Bicara soal hidrometeorologi antara hujan dan kemarau semua rata. Hampir delapan puluh persen Jawa Barat rentan dengan longsor. Terutama tengah dan selatan," ujarnya selesai pelaksanaan simulasi bencana di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dekat kawasan wisata alam Tebing Keraton, Kamis (26/4/2018).

Selain itu, lanjutnya, di sekitar Bandung Raya, juga terdapat patahan Lembang.

Patahan itu berpotensi memberikan dampak besar.

"Kita ketahui di Jawa Barat ada patahan di daratan, 26 kilometer dari Padalarang sampai Manglayang. Itu Sesar Lembang, dalam keadaan aktif. Keaktifan ini akan memberikan dampak skala tertentu bisa merusak kehidupan sekitar. Karena sekarang sudah banyak permukiman di sekitarnya."

"Banyak penelitian dan pengamatan yang dilakukan. Dampaknya bisa besar tidak hanya daerah sini Bandung, tapi bisa lebih luas dari pada itu."

Baca: Mengungkap Fakta Mengapa Masyarakat Aceh Timur Berani Mati Mengebor Sumur Minyak Secara Tradisional

Karena itu, ujarnya, melalui simulasi yang telah dilakukan, dia berharap dapat memberikan pengetahuan luas kepada masyarakat mengenai tanggap bencana.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help