Pilwalkot Bandung

Yossi-Aries Siap Bikin Cibaduyut, Cihampelas, dan Binong Jati, Go International

Kami akan mengembalikan kejayaan sentra sepatu Cibaduyut, sentra rajut Binong dan sentra lainnya seperti dulu

Yossi-Aries Siap Bikin Cibaduyut, Cihampelas, dan Binong Jati, Go International
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pasangan bakal calon wali dan wakil wali Kota Bandung, Yossi Irianto-Aries Supriatna menerima Piagam Deklarasi dari para ketua partai pengusung pada acara deklarasi di Hotel Horison, Bandung, Selasa (9/1/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna berjanji akan "menghidupkan" kembali beberapa kawasan wisata dan sentra-sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang pernah mengalami masa kejayaan belasan tahun silam.

Calon Wakil Wali Kota Bandung, Aries Supriatna mengatakan beberapa kawasan wisata dan sentra UMKM di Kota Bandung seperti sentra rajut Binongjati, sentra sepatu Cibaduyut dan sentra jins Cihampelas, saat ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, kata dia, sentra-sentra UMKM tersebut pernah menjadi primadona bagi wisatawan sekaligus ikon lain Kota Bandung.

"Kami akan mengembalikan kejayaan sentra sepatu Cibaduyut, sentra rajut Binong dan sentra lainnya seperti dulu. Bahkan kami akan menjadikan sentra-sentra itu go international agar lebih dikenal dunia. Karena kita sebenarnya punya kemampuan," ujar Aries saat berdialog dengan sejumlah pengrajin sepatu di Cibaduyut, Kota Bandung, Kamis (26/4/2018).

Baca: Miras Ciu Oplosan Itu Diproduksi di Dapur Rumah di Cirebon, Ciu dari Jateng Dicampur Air Biar Banyak

Ia mencontohkan, para pengrajin sepatu dan sandal Cibaduyut sebenarnya mampu memproduksi produk-produk sepatu, sandal dan produk berbahan kulit lainnya yang berkualitas tinggi. Bahkan, kata Aries, kualitas sepatu dan sandal produksi Cibaduyut sebanding dengan produk-produk sepatu dan sandal merk ternama dunia.

"Namun karena tak punya modal, pengrajin Cibaduyut ini hanya jadi kuli. Mereka yang membuat, tapi diberi merk sama pihak lain. Harganya jadi sangat mahal. Sementara, pengrajinnya hanya diberi upah pas-pasan," ujar Aries.


Pasangan yang membawa tagline Bandung Hebring itu, menyebut banyak hal yang mesti diperbaiki dalam upaya menghidupkan kembali sentra-sentra UMKM dan industri di Kota Bandung. Selain itu, dalam pembenahannya pun tak bisa bila hanya dilakukan oleh Pemkot Bandung.

Menurutnya, diperlukan adanya sinergi dan koordinasi dengan Pemprov Jabar hingga pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan UMKM.

Halaman
12
Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help