Bank Indonesia Terbitkan Ketentuan Penyempurnaan Operasi Moneter, Berlaku Sejak 16 April

Dalam rangka memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menerbitkan ketentuan Penyempurnaan Operasi Moneter

Bank Indonesia Terbitkan Ketentuan Penyempurnaan Operasi Moneter, Berlaku Sejak 16 April
ISTIMEWA
Bank Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menerbitkan ketentuan Penyempurnaan Operasi Moneter melalui PBI No.20/5/PBI/2018.

Dikutip Tribunjabar.id dari siaran pers Departemen Komunikasi Bank Indinesia, Rabu (25/4/2018) disebutkan, terdapat tiga substansi penyempurnaan ketentuan operasi moneter, yaitu pertama, penggabungan ketentuan operasi moneter konvensional dan syariah.

Kedua, penghapusan FDR (Financing To Deposit Ratio) sebagai syarat Operasi Pasar Terbuka (OPT) syariah dan memasukan ketentuan Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valuta asing (valas).

Baca: Ngaku jadi Korban Pelecehan Seksual, DC Ngadu ke Hotman Paris, Fakta Baru Terungkap 4 Hari Kemudian

Baca: Digugat Cerai Nicky Tirta, Liza Elly Ungkap Penyebabnya, Salting Saat Disinggung Ada Orang Ketiga

Ketiga, penguatan perizinan kepesertaan dalam operasi moneter. Penyempurnaan ketentuan Operasi Moneter tersebut sejalan dengan upaya reformulasi kebijakan moneter secara berkesinambungan yang ditempuh BI sejak tahun 2016.

Operasi moneter adalah pelaksanaan kebijakan moneter oleh BI untuk pengendalian moneter baik di pasar uang maupun pasar valuta asing yang dilakukan secara terintegrasi, melalui OPT dan Standing Facilities yang dapat dilakukan secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah.


Untuk meningkatkan governance dan compliance dalam pelaksanaan operasi moneter, BI mewajibkan peserta dan lembaga perantara operasi moneter memperoleh izin dari BI.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak yang akan menjadi peserta dan lembaga perantara dalam Operasi Moneter meliputi aspek kelembagaan, aspek infrastruktur, aspek kompetensi sumber daya manusia dan aspek manajemen risiko.

PBI Operasi Moneter mengatur pelaksanaan Operasi Moneter, instrumen dalam Operasi Moneter yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, perizinan peserta dan lembaga perantara, penyelesaian transaksi, pemantauan pasar keuangan, pengawasan, dan sanksi dalam Operasi Moneter.

Baca: Merasa Seperti Ada Bola Bergerak di Perut Selama 6 Tahun, Hal Tak Terduga Diketahui Saat Diperiksa

Peserta dan lembaga perantara dalam Operasi Moneter yang telah mengikuti Operasi Moneter sebelum berlakunya PBI wajib mengajukan izin kepada Bank Indonesia paling lambat 6 (enam) bulan setelah PBI berlaku.

Ketentuan ini efektif berlaku sejak tanggal 16 April 2018. (*)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help