Kasus Investasi Ilegal Masih Banyak, OJK Gelar Literasi Keuangan di Bandung

Perlunya literasi juga agar masyarakat memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik.

Kasus Investasi Ilegal Masih Banyak, OJK Gelar Literasi Keuangan di Bandung
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Seminar Ekonomi "Ekonomi Syariah untuk Kedaulatan Rakyat" yang digelar Universitas Sangga Buana (USB YPKP) dan OJK di Kampus USB YPKP Bandung, Kamis (19/4/2018). 

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG - Kasus investasi ilegal masih marak terjadi, termasuk di Jawa Barat. Masih banyak masyarakat yang tergoda iming-iming dari investasi tersebut.

Untuk itu, literasi keuangan perlu dilakukan untuk mencegah masyarakat menjadi korban investasi ilegal.

Noviyanto Utomo, Kepala Bagian Pengawasan Non Bank Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat mengatakan literasi keuangan penting dilakukan agar masyarakat terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas.

Perlunya literasi juga agar masyarakat memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik.

"Pentingnya literasi keuangan agar masyarakat mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan," kata Novianto pada acara Seminar Ekonomi "Ekonomi Syariah untuk Kedaulatan Rakyat" yang digelar Universitas Sangga Buana (USB YPKP) dan OJK di Kampus USB YPKP Bandung, Kamis (19/4/2018).


Menurutnya, negara dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang tinggi cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi pula sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang perlu dan gencar dilakukan adalah inklusi keuangan syariah. Saat ini indeks literasi keuangan syariah masih rendah dibandingkan dengan indeks literasi keuangan nasional.

Tercatat pada tahun 2016 indeks literasi keuangan syariay baru mencapai 8, 11%. Di Jawa Barat, literasi keuangan baru mencapai 7, 79%. Provinsi dengan literasi keuangan syariah tertingi masih dipegang Jawa Timur disusul Aceh dan Sumatera Barat. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help