Puluhan Pengrajin Senapan Angin Jatinangor dan Cileunyi Berjanji Tak Akan Rakit Senjata Ilegal

"Kami akan taat hukum, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Cucu Suryaman (44), Ketua Koperasi

Puluhan Pengrajin Senapan Angin Jatinangor dan Cileunyi Berjanji Tak Akan Rakit Senjata Ilegal
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA
Puluhan pengrajin senapan angin dari Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dan Cileunyi, Kabupaten Bandung berkumpul di Jatinangor dan berdeklarasi untuk tidak membuat senjata api (senpi) rakitan, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan pengrajin senapan angin dari Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dan Cileunyi, Kabupaten Bandung berkumpul di Jatinangor dan berdeklarasi untuk tidak membuat senjata api (senpi) rakitan, Selasa (17/4/2018).

Para pengrajin senapan angin tersebut sepakat untuk tidak lagi membuat senjata api rakitan dan hanya membuat senapan angin sesuai ketentuan yang telah diatur Undang-Undang.

Hal tersebut dipilih untuk menjaga dan memulihkan nama baik kelompok-kelompok pembuat senapan angin.

"Kami akan taat hukum, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Cucu Suryaman (44), Ketua Koperasi Cipacing Mandiri, mewakili para pengrajin senapan angin lainnya.

Beberapa pengrajin senapan angin yang hadir diantaranya sempat menjadi warga binaan akibat penjualan senjata ilegal, terutama senjata api.


Para pengrajin senapan angin yang sempat menjadi warga binaan pun ikut melakukan deklarasi dan berjanji tidak akan kembali membuat senjata api rakitan.

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri, Brigjen Djoko Mulyono.

Brigjen Djoko Mulyono turut memberikan pembinaan dan penyuluhan terhadap para pengrajin senapan angin dalam rangka pengamanan, pengawasan, dan pengendalian senjata api non organik TNI/Polri.

“Untuk menekan penyalahgunaan senjata api ilegal, termasuk peralatan keamanan yang digolongkan senjata api,” ujarnya.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved