TribunJabar/

Pilgub Jabar

Ditanya soal Biaya Kampanye, Dedi Mulyadi: Sampai Nanti Pencoblosan, Paling Habis Rp 1,5 Miliar

Calon wakil gubernur nomor urut 4 di Pilgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi, mengatakan biaya tidak menjadi. . .

Ditanya soal Biaya Kampanye, Dedi Mulyadi: Sampai Nanti Pencoblosan, Paling Habis Rp 1,5 Miliar
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Dedi Mulyadi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon wakil gubernur nomor urut 4 di Pilgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi, mengatakan biaya tidak menjadi penentu dalam meningkatkan elektabilitas menjelang Pilgub Jabar 2018. Biaya yang minim dapat digunakan secara efektif dengan program yang menyasar banyak orang atau calon pemilih dalam kampanye.

Dedi Mulyadi yang tercatat memiliki harta dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebanyak Rp 6,15 miliar ini mengatakan sejak mulai kampanye sekitar dua bulan lalu, dirinya hanya mengeluarkan ratusan juta untuk berkampanye.

"Bekal Rp 10 juta cukup sehari, untuk keperluan bensin atau makan saya dengan tim di lapangan. Sampai sekarang belum Rp 1 miliar, masih jauh dari Rp 1 miliar. Sampai nanti pencoblosan, paling Rp 1,5 miliar habis," kata Dedi Mulyadi di sela kegiatan Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN pasangan calon kepala daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Selasa (17/4/2018).

Hal tersebut, katanya, tentu sangat berlawanan dengan penyataan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa dibutuhkan sampai ratusan miliar rupiah untuk berkampanye sebagai calon gubernur atau wakilnya. Hal ini, katanya, diatasi dengan pengektifan program kampanye.

"Karena di lapangan sudah terkondisikan, di lapangan saya tidak buat acara, tidak mengumpulkan orang, atau mobilisasi besar. Saya hanya modal jalan kaki ke gang-gang, orang datang sendiri. Makan rujak timun juga jadi dan ramai," katanya.

Dengan cara berkomunikasi langsung dengan masyarakat, katanya, tanpa membicarakan hal-hal rumit, hanya keseharian, kampanye dapat secara efektif tersampaikan. Berbeda dengan orang yang pidato formatif mengenai hal rumit di atas panggung kepada masyarakat umum.

Selain relawan yang berada di lapangan, katanya, para calon legislatif dari Partai Golkar pun ikut membantunya dalam berkampanye di tengah masyarakat. Ditambah antusias masyarakat kepada dirinya yang memang sudah dikenal lama di tengah masyarakat.

"Orang Jawa Barat itu masyarakat yang cair. Komunikasi publik yang baik harus dilakukan, itu hal yang penting. Masyarakat Jawa Barat relatif menerima proses silaturahmi selama ini," katanya yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini. 

Survei Unggulkan Deddy-Dedi

Menanggapi hasil Survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan Dedi Mulyadi mendongkrak elektabilitas Deddy Mizwar dalam pasangan Deddy-Dedi, menggungguli pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Dedi Mulyadi mengatakan dirinya merasa hal tersebut masih kurang memuaskan.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help