Tribun Health

5 Penyakit Ini Bisa Dideteksi dari Gigi dan Mulut Anda

Pergi ke dokter gigi bukan cuma untuk menambal gigi yang bolong atau ketika ingin pasang behel gigi.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
plus.google.com
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID - Pergi ke dokter gigi bukan cuma untuk menambal gigi yang bolong atau ketika ingin pasang behel gigi.

Cek kesehatan mulut dan gigi sebaiknya dilakukan rutin setidaknya 6 bulan sekali.

Pasalnya, dengan mengecek kondisi mulut dan gigi Anda, dokter gigi dapat memberi tahu bahwa masalah gigi Anda bisa jadi pertanda suatu penyakit lain yang lebih serius.

Simak pemaparan yang diberikan Hello Sehat berikut ini :

Mulut merupakan lingkungan yang sangat cocok untuk pertumbuhan bakteri dan gigi memberikan tempat pada bakteri untuk menempel.

Ketika bakteri tersebut menempel dan mengeras, maka akan terbentuk plak yang dapat menyebabkan peradangan gusi (gingivitis) dan pendarahan.

Dilansir dari Health Line, Nico Geurs, DDS, seorang direktur dari University of Alabama di Departemen Periodontologi di Birmingham sekaligus direktur UAB Dentistry Wellness Clinic, mengatakan bahwa kesehatan mulut dan gigi nyatanya mencerminkan status kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Seorang dokter gigi dapat mendeteksi penyakit dalam hanya dengan melihat gejala dan perubahan yang tampak pada mulut dan gigi Anda.

Dengan begitu, ia dapat merujuk Anda pada dokter spesialis yang mengkhususkan diri pada penyakit terkait.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat dilihat dari kondisi gigi dan mulut

1. Diabetes

Diabetes memengaruhi kemampuan Anda untuk melawan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gusi. Penyakit gusi juga dapat memengaruhi kontrol gula darah di dalam tubuh. Ketika diabetes tidak terkontrol, tidak hanya glukosa yang ada di dalam darah saja yang meningkat, tetapi juga glukosa pada air liur. Air liur yang mengandung gula tinggi menyebabkan bakteri mudah tumbuh di dalam mulut.

Komplikasi diabetes dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan mulut dan gigi. Menurut American Diabetes Association, orang dengan diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami radang gusi, penyakit gusi (gingivitis), dan periodontitis (infeksi gusi parah yang disertai dengan kerusakan tulang). Diabetes juga dapat menyebabkan Anda mudah mengalami sariawan, bau mulut, gigi mudah copot, hingga mulut kering.

2. Penyakit jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, banyak penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara penyakit periodontitis dengan peningkatan risiko perkembangan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Jika Anda diketahui memiliki penyakit gusi kronis, risiko pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) di leher dapat meningkat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved