Umayah Gelisah, Anak Bungsunya Luka Berat Tertimpa Bangunan Roboh di Cirebon, Korban Lagi Menari

Namun, direncanakan Tri Intan Apriani dirujuk ke RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon, untuk dioperasi rahangnya.

Umayah Gelisah, Anak Bungsunya Luka Berat Tertimpa Bangunan Roboh di Cirebon, Korban Lagi Menari
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Warga sedang mencari korban yang belum ditemukan di Sanggar Kesenian Wayang Kulit Hidayat Jati di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4/2018). 

Ia mendapati Intan telah terbaring di satu ranjang di IGD RSUD Arjawinangun.

Beberapa anggota keluarga lainnya pun berdatangan, termasuk suaminya, Sumarno.

Umayah mengakui, putri bungsunya itu menyukai seni tari sejak duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Saat di rumah pun, kata Umayah, Intan kerap berlatih untuk menghafal setiap gerakan tari yang dipelajarinya itu.

"Latihannya di kamar, dari tiga hari lalu tiap malam menutup pintu kamarnya, karena Intan merasa malu kalau sedang latihan dilihat sama saudaranya," kata Umayah.

Perbincangan dengan Umayah harus berakhir atas permintaan pihak keluarga.


Pasalnya, Umayah tampak tidak kuat menahan kesedihan atas peristiwa nahas yang menimpa Intan.

Pihak keluarga yang menunggu di depan IGD RSUD Arjawinangun juga tampak panik menanti kabar mengenai Intan.

Petugas RSUD Arjawinangun tidak mengizinkan selain keluarga korban memasuki IGD.

Intan merupakan satu di antara sembilan korban peristiwa robohnya bangunan tua bekas peternakan burung walet di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (16/4/2018) kira-kira pukul 10.30 WIB.

Sebanyak 7 korban dinyatakan meninggal dunia, 2 korban mengalami luka ringan, dan Intan merupakan korban yang mendapat luka berat.

Sementara dua orang lainnya dinyatakan selamat dari peristiwa nahas tersebut.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help