Sejarah dan Budaya Jadi Fokus Konvensi 63 Tahun KAA

Sejarah dan budaya akan menjadi fokus utama dalam Konvensi Nasional . . .

Sejarah dan Budaya Jadi Fokus Konvensi 63 Tahun KAA
Dokumentasi Tribun Jabar
Ilustrasi : Gedung Merdeka, Rabu (9/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif A dussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejarah dan budaya akan menjadi fokus utama dalam Konvensi Nasional dalam rangka Memperingati 63 Tahun Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung, Selasa (17/4). Kalender Sunda pun akan menjadi bahasan yang menarik dalam konvensi nasional tersebut.

Panitia konvensi, Setiajaya Satria Rassidy, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Bidakara Savoy Homann ini akan membahas revitalisasi nilai-nilai sejarah dan budaya dalam makna kebangsaan.

"Kami ambil momen 63 tahun KAA untuk menjadikan kehidupan bernegara dan berbangsa yang bebih cerdas dan berbudaya," katanya di Hotel Bidakara Savoy Homann, Senin (16/4).

Konvensi yang dibagi dalam tiga bagian ini akan dihadiri oleh 25 narasumber, yang terdiri atas sejumlah guru besar perguruan tinggi, akademisi, budayawan, ahli sejarah, sampai ahli astronomi.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai bahasan budaya dan sejarah diarahkan kepada semangat kebangsaan.

Akan dibahas juga peran Kalender Saka Sunda dalam perhitungan astronomi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Budayawan Sunda, Miranda Wihardja, mengatakan budaya yang merupakan jati diri bangsa menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kekuatan negara.

Hal tersebut di antaranya ditunjukkan dengan penggunaan kalender Saka Sunda.

"Kita jangan amnesia kalau menyangkut sejarah, kita ini punya budaya yang hebat. Kalau melupakan bisa bingung, makanya jadi galau dengan jati diri sendiri," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help