TribunJabar/

Kisah Nasabah Global Insani: Gagal Naik Haji, Nasib Uang Rp 90 Juta pun Tak Jelas

Ratna rela menyisihkan keuntungan dari berjualan nasi Jamblang untuk mencicil biaya naik haji.

Kisah Nasabah Global Insani: Gagal Naik Haji, Nasib Uang Rp 90 Juta pun Tak Jelas
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Nasabah BMT Global Insani, Ratna, saat ditemui di Hotel Apita, Jl Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/4/2018). 

Namun, nasib program qirah itupun tak jelas seperti kebarangkatannya ke Tanah Suci.

Selain itu, keuntungan program qiradh yang dijanjikan pun tak juga diterimanya.

Baca: Ternyata Ini Penyebab Kisruhnya Laga Arema vs Persib, hingga Menohoknya Komentar Bobotoh

Ratna tak mau menyebut berapa keuntungan yang dijanjikan BMT Global Insani dalam program qirodh itu.

"Saya juga ikut menanam jahe di rumah, karena dijanjikan dibeli BMT Global Insani Rp 13 ribu per kilogram," ujar Ratna.

Pada kenyataannya, BMT Global Insani hanya membeli jahe itu Rp 6000 per kilogram.

Padahal, modal yang dikeluarkan Ratna hanya untuk membeli bibit tanaman jahe mencapai Rp 4 juta.

Jumlah tersebut belum termasuk biaya pembelian pupuk dan perawatan lainnya.

Ratna yang merasa dirugikan itupun tak mau ambil pusing.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help