TribunJabar/

Kisah Nasabah Global Insani: Gagal Naik Haji, Nasib Uang Rp 90 Juta pun Tak Jelas

Ratna rela menyisihkan keuntungan dari berjualan nasi Jamblang untuk mencicil biaya naik haji.

Kisah Nasabah Global Insani: Gagal Naik Haji, Nasib Uang Rp 90 Juta pun Tak Jelas
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Nasabah BMT Global Insani, Ratna, saat ditemui di Hotel Apita, Jl Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/4/2018). 

Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Keinginan Ratna (47), warga Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci belum juga terwujud.

Pasalnya, BMT Global Insani yang dipercayainya sebagai biro perjalanan haji malah dinyatakan pailit sejak Mei 2017.

Uang senilai Rp 90 juta yang dikumpulkan dari hasil berjualan nasi Jamblang keliling selama 3 tahun terakhir itupun belum jelas nasibnya.

Ia bersama 4 ribuan nasabah lainnya masih menanti kejelasan kapan diboyong ke hadapan Ka'bah.

"Saya dan suami sudah melunasi biaya untuk berangkat haji sejak 2 tahun lalu tapi enggak tahu kapan berangkatnya," ujar Ratna saat ditemui usai audiensi puluhan nasabah dengan jajaran direksi BMT Global Insani di Hotel Apita, Jl Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/4/2018).

Ia mengatakan, mendaftar sebagai nasabah BMT Global Insani sejak 2012.

Persis satu tahun setelah berdirinya BMT Global Insani pada 2011.

Ratna rela menyisihkan keuntungan dari berjualan nasi Jamblang untuk mencicil biaya naik haji.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help