TribunJabar/

Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Penjabat Wali Kota, Menurut Gubeurnur Jabar Ahmad Heryawan

Meski memiliki tugas yang sama dengan wali kota, tetapi penjabat wali kota memiliki wewenang yang terbatas.

Ini yang Tidak Boleh Dilakukan Penjabat Wali Kota, Menurut Gubeurnur Jabar Ahmad Heryawan
TRIBUN JABAR/THEOFILUS RICHARD
Pelantikan Penjabat Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski memiliki tugas yang sama dengan wali kota, tetapi penjabat wali kota memiliki wewenang  yang terbatas.

Berikut batasan kewenangan seorang penjabat wali kota sesuai dengan penjelasan yang diberikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher saat melantik Dedi Taufik sebagai Penjabat Wali Kota Cirebon di Gedung Sate, Senin (16/4/2018):

1. Tidak boleh membatalkan perizinan

Aher menjelaskan, seorang Pj wali kota tidak boleh membatalkan perizinan yang sudah keluar.

Baca: Laga Arema FC Vs Persib Bandung Berakhir Ricuh, Mario Gomez: Pertandingan Mengerikan

Baca: Ini Alasan Angel Lelga Gondok Sampai Ngadat di Acara Brownies, Ada Maksud Lain yang Tak Sengaja

"Kalau perizinan keluar, tidak boleh dibatalkan, tidak boleh menerbitkan izin baru yang bertentangan dengan izin lama," ujarnya ketika ditemui di Gedung Sate, Senin (16/4/2018).

2. Tidak boleh merotasi jabatan

Seorang Pj wali kota juga tidak diperkenankan merotasi jabatan ASN tanpa izin.

Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help