Garut Belum Siap Jadi Kota 1000 Air Terjun

‎Ia mengatakan, dalam setiap objek wisata, harus memiliki atraksi, yakni budaya lokal sekitar wisata, kuliner, dan yang terakhir keindahan alam.

Garut Belum Siap Jadi Kota 1000 Air Terjun
nativeindonesia.com
Curug Sanghyang Taraje di Kabupaten Garut 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - ‎Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah menyatakan Garut belum siap menjadi kota "Seribu Air Terjun" jika tidak dapat memenuhi sejumlah indikator, di antaranya akses jalan menuju lokasi wisata air terjun atau curug.

Ferdiansyah menyebutkan, keindahan panorama alam air terjun tidak hanya menjual keindahan saja, karena dalam skala prioritas, sumber daya manusia pun harus siap.

"‎Kalau berbicara ada 1000 air terjun, maka pemda harus menyediakan 1000 jalan yang layak, sanggup tidak?," kata Ferdiansyah di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Senin (16/4/2018).

‎Ia mengatakan, dalam setiap objek wisata, harus memiliki atraksi, yakni budaya lokal sekitar wisata, kuliner, dan yang terakhir keindahan alam.

"Lebih utama adalah budaya, karena harus 60 persen," katanya.

Baca: Eks Persib Bandung Sebut Mario Gomez Bawa Banyak Perubahan, Tak Peduli Pemain Bintang

Baca: Fakta Arema vs Persib Bandung, dari Sikutan Dedik pada Ardi sampai Kepala Mario Gomez Bocor

Baca: Begini Suasana di Ruang Ganti Pemain Persib Bandung Ketika Kericuhan Terjadi di Kanjuruhan

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Garut, Budi Gan gan, mengklaim, di Kabupaten Garut terdapat 1000 air terjun atau dalam bahasa sunda disebut curug.

Namun, dari ribuan curug tersebut, yang telah representatif untuk dikunjungi, di antaranya, Curug Orok, Curug Karacak Valley, Curug Shanghyang Taraje, Curug Cihanyawar, dan Curug Cisarua.

Budi Gan Gan, mengatakan, kabupaten ini memiliki banyak potensi baru yang belum dikembangkan dan diperkenalkan ke khalayak luas.

"Ini akan menjadi sesuatu anugerah kalau dimanfaatkan secara baik," kata Budi.

Sebelum dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata, Budi menyebutkan, terlebih dahulu harus melihat dari kesiapan masyarakat sekitar terhadap potensi baru tersebut.

"Wisata yang baik harus terlebih dahulu dilihat dari sisi amenitas, atraksi, dan aksesbilitas," katanya.(*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help