TribunJabar/

Maraknya Korban Akibat Miras Oplosan, Dinkes Kabupaten Cirebon Awasi Semua Apotek

Maraknya korban akibat miras oplosan, Dinkes Kabipaten Cirebon telah melakukan monitoring ke semua apotek.

Maraknya Korban Akibat Miras Oplosan, Dinkes Kabupaten Cirebon Awasi Semua Apotek
TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Sekretaris Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Neneng Nurhasanah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Maraknya korban akibat miras oplosan, Dinkes Kabipaten Cirebon telah melakukan monitoring ke semua apotek.

Pasalnya, miras oplosan itu satu di antaranya dicampur oleh etanol.

Dinkes Kabupaten Cirebon melakukan monitoring tersebut melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan.

Dinkes melakukan pembinaan kepada seluruh apotik melalui pertemuan dan pelaporan.

Baca: BREAKING NEWS: Terjaring OTT KPK, Abubakar Dipecat PDIP, Abdy: Tak Akan Ada Bantuan Hukum!

Baca: Daftar 7 Penyanyi Indonesia yang Meninggal di Usia Muda, No 7 Gara-gara Digigit Ular

Data sampai saat ini, di Kabupaten Cirebon ada sekitar 170 apotik.

"Pada saat konsumen membutuhkan barang tersebut itu harus menyertakan identitas. Contohnya Kartu Tanda Penduduk (KTP)," ujar Sekdis Dinkes Kabipaten Cirebon dr Neneng Nurhasanah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/4/2018).

Sehingga, dari apotik mana diberikan dan kepada siapa identitasnya itu akan menjadi lebih jelas.


Dinkes Kabupaten Cirebon berharap peredaran obat yang menyebabakan hilangnya nyawa itu dapat diperketat lagi sehingga meminimalisir jumlah kematian akibat miras.

Dinkes juga mengimbau agar masyarakat paham jika petugas lesehatan sedang melakukan pembinaan.

Larangan tersebut ada untuk kesehatan dan keselamatan untuk warga Kabupaten Cirebon.

"Jangan sesekali membeli untuk peruntukan yang tidak baik," tegas dr Neneng Nurhasanah. (*)

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help