Home »

Garut

Korban Banjir Bandang Garut Tagih Janji Pemerintah Mau Beri Rumah, Sudah Tak Betah di Pengungsian

Akibat banjir dahsyat tersebut, Een mengaku, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah dan dua orang anaknya sempat hilang

Korban Banjir Bandang Garut Tagih Janji Pemerintah Mau Beri Rumah, Sudah Tak Betah di Pengungsian
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Lumpur masih menggenangi rumah warga di Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (22/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Een (48), korban banjir bandang asal Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, ‎saat ini hanya pasrah menunggu janji pemerintah terkait hunian tetap.

Saat ini, Een bersama 27 kepala keluarga (KK) lainnya, mengungsi di Gedung Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Jalan Pramuka, Kabupaten Garut.

Pada September 2016, banjir bandang Sungai Cimanuk menghancurkan seluruh rumah yang ada di kampung tersebut.

Baca: Masih Ingat Sejoli yang Diarak Bugil Keliling Kampung Karena Diduga Mesum? Begini Nasib Pak RT-nya

Een yang sehari-hari bekerja sebagai pencari batu di Sungai Cimanuk ini, tak mampu menceritakan secara jelas kejadian nahas tersebut, karena hanya memikirkan keselamatan tujuh orang anaknya.

"Semua habis, yang tersisa cuma baju yang dipakai saja," kata Een saat ditemui‎.

Akibat banjir dahsyat tersebut, Een mengaku, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah dan dua orang anaknya sempat hilang selama beberapa hari.

"Tapi tidak peduli, yang penting anak-anak masih ada," ujarnya.


Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help