Korban Banjir Bandang di Cianjur Mengeluh Gatal dan Gangguan Pernapasan

selain mendirikan beberapa posko, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur juga ada yang berkeliling dari rumah ke rumah

Korban Banjir Bandang di Cianjur Mengeluh Gatal dan Gangguan Pernapasan
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Hujan deras terus-menerus sepanjang Sabtu (7/4/2018)mengakibatkan Sungai Cianjur meluap dan mengakibatkan banjir lumpur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Sebanyak 39 korban banjir bandang di Kampung Pajagan, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, mendatangi posko Dinas Kesehatan, Kamis (12/4/2018).

Hasil diagnosa dokter dan bidan jaga, mereka rata-rata menderita gatal dan gangguan pernafasan.

Selama seminggu warga korban terdampak banjir mendapat perawatan gratis dari tiga puskesmas di Kecamatan Cianjur.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular, Efa Fatimah mengatakan, selain mendirikan beberapa posko, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur juga ada yang berkeliling dari rumah ke rumah untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.


"Sudah sejak hari Senin kami berkeliling, rata-rata korban terdampak banjir menderita gatal dan gangguan pernapasan," ujar Efa ditemui saat berkeliling ke rumah terdampak banjir di Kampung Pajagan.

Efa mengatakan sempat ada warga yang syok melihat kondisi rumahnya berantakan terkena banjir tapi hal tersebut saat ini sudah tertangani dengan baik.

Rata-rata mereka diberikan pelayanan kesehatan pascatrauma bencana. Ia mengimbau kepada warga lainnya untuk tetap menjaga kesehatan dengan mendatangi posko kesehatan di lokasi banjir bandang.

"Sampai hari Sabtu kami berikan pelayanan gratis bagi warga," kata Efa.

Baca: Ini Peringatan Mario Gomez bagi Persib Bandung Sebelum Bentrok Lawan Arema FC

Baca: Tiba-tiba Bertemu Boediono di Sukamiskin, Nadia Mulya dan Ayahnya Sempat Emosi

Di titik lainnya di kawasan Gang Mawar dan Gang Rinjani, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cianjur mendata warga yang kehilangan surat kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Mochamad Ginanjar mengatakan, ada sekitar 40 warga yang sudah terdata kehilangan surat kependudukan seperti kartu keluarga dan kartu tanda penduduk.

"Kami meminta pihak RT untuk melaporkan berapa banyak warga yang kehilangan surat kependudukan, hari ini kami juga turun ke lapangan untuk mendata hal tersebut," kata Ginanjar.

Di lokasi banjir bandang, BPBD Kabupaten Cianjur dibantu warga mulai memperbaiki bangunan dan tembok penahan tebing yang roboh di sekitar saluran Sungai Cianjur.(*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved