Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Video Telanjang, Sejumlah Petugas Lapas Jelekong Tidak Dipecat

Tidak hanya Rosidin, sejumlah petugas Lapas Jelekong yang disebut oleh saksi kunci, T alias G terlibat dalam pemerasan itu, pun diganti.

Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Video Telanjang, Sejumlah Petugas Lapas Jelekong Tidak Dipecat
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kakanwil Kemenkumham Jabar, Indro Purwoko melepas sekaligus merotasi jabatan sejumlah petugas Lapas Jelekong, Jumat (14/4/2018) malam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat (Jabar) mencopot  dan merotasi jabatan sejumlah petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jelekong, Kabupaten Bandung.

Hal itu menyusul terungkapnya kasus pemerasan korban perempuan oleh narapidana (napi) Lapas Jelekong dengan modus video telanjang lewat panggilan video di ponsel tiga tersangka.

Rosidin yang menjabat pelaksana tugas Lapas Jelekong diganti dan menempati jabatan lamanya sebagai Kepala bidang Keamanan, Kesehatan dan Perawatan Narpidana dan Tahanan.

Baca: Awas Keliru, Ini Kekeliruan yang Sering Terjadi Seputar Khasiat Air Kelapa

Kalapas Jelekong digantikan oleh Andi Mohammad Syarif.

Tidak hanya Rosidin, sejumlah petugas Lapas Jelekong yang disebut oleh saksi kunci, T alias G terlibat dalam pemerasan itu, pun diganti.

Yakni, Kepala Pengamanan Lapas Benny Muhammad Saefullah dipindah jadi pejabat kasubid di Kanwil Kemenkum HAM Jabar. Penggantinya, Tutut Prasetyo.

Kemudian, Kasi Administrsi Keamanan dan Tata Tertib, Ade Supriyatna juga diganti mengisi posisi yang sama di Lapas Bekasi.

Baca: Kuota Internet Cepat Habis? Tujuh Aplikasi Ini Bisa Bantu Hemat Kuota Loh!

"Pemindahan ini karena ada keterkaitan antara mereka dengan kasus tersebut," ujar Ka Kanwil Kemenkumham Jabar, Indro Purwoko di kantorny, Jalan Jakarta, Jumat (13/4/2018) malam.

Pada kesempatan yang digelar sekitar pukul 22.00 itu, Novi Nugraha sebagai Kasi Kamtib dan Tomi Eliyus juga diganti.

Hasil pemeriksaan tim investigasi pada ‎kelimanya, belum ada keterikatan langsung, terutama soal kesamaan pengakuan tersangka yang kemudian dibantah oleh kelima pejabat yang diganti tersebut.

"Keterangan warga binaan dengan lima orang itu belum cocok, dibantah. Tapi saat kami menggelar razia di Lapas Jelekong, memang ditemukan ratusan ponsel, jumlahnya mencapai 205 ponsel," kata Indro.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help