Kecelakaan di Tanjakan Emen

Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen Minta Ganti Rugi, Ada yang Rp 300 Juta

Para keluarga korban kecelakaan Tanjakan Emen tergabung dalam forum silaturahmi keluarga korban (FSKK).

Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen Minta Ganti Rugi, Ada yang Rp 300 Juta
Facebook/Kabar Subang
Bus kecelakaan di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJABAR.ID, CIPUTAT TIMUR - Keluarga korban kecelakaan Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat meminta ganti rugi kepada pihak event organizer (EO) dan perusahaan otobus (PO).

EO yang mengatur acara pada yang berujung kecelakaan itu bernama Cakrik Gunungkidul, pihak PO yang menyediakan bus bernama Premium Passion.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya ketua FSKK Aang Junaedi, sempat menyampaikan tujuh poin permintaan tanggungjawab.

Dalam tujuh poin tersebut ada yang spesifik meminta ganti rugi atas korban jiwa, korban luka parah dan luka ringan.

Aang merinci ganti rugi tersebut yakni Rp 300 juta untuk korban jiwa, Rp 250 juta korban luka parah dan Rp 100 juta untuk korban luka ringan.

Baca: Polisi Geledah Rumah Pemilik Kios Miras Oplosan, Pagar Tertutup Rapat dan Terdapat CCTV

Baca: Bos Persib Ungkap Status Michael Saat Ini, Teddy: Manajemen Berupaya Carikan Jalan Keluar

"Iya Rp 300 juta, Rp 250 juta dan Rp 100 juta," tegas Aang di Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, selepas mediasi dengan pihak PO dan EO, Rabu (11/4/2018).

Aang melanjutkan, jika ketujuh poin tersebut tidak dipenuhi maka pihaknya akan menuntut hukum secara perdata ke pengadilan negeri.

"Kami sudah sepakat dengan tujuh poin tadi. Kalau tidak dipenuhi akan ke meja hijau," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Tuntut Ganti Rugi Hingga Rp 300 Juta

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help