TribunJabar/

Satpol PP Sulit Bertindak Karena Distribusi Miras Berasal dari Luar Bandung

Batasan wilayah menyulitkan Satpol PP Kabupaten Bandung untuk memberantas minuman keras (miras) yang merajalela di wilayah tersebut.

Satpol PP Sulit Bertindak Karena Distribusi Miras Berasal dari Luar Bandung
Tribunjabar/Mega Nugraha
Miras oplosan yang disita Polrestabes Bandung, Senin (9/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Batasan wilayah menyulitkan Satpol PP Kabupaten Bandung untuk memberantas minuman keras (miras) yang merajalela di wilayah tersebut.

Hal tersebut dikarenakan banyak sumber distribusi miras ilegal tersebut yang tidak berasal dari Kabupaten Bandung.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah PolPP Kabupaten Bandung, Oki Suyatno, ketika ditemui Tribun Jabar di lokasi razia di pinggir Jalan Raya Bandung-Garut di wilayah Kecamatan Cicalengka, Selasa (10/4/2018).

"Beberapa sumber distribusi justru kan dari luar kabupaten, ada yang Cianjur, dan lain sebagainya," ujar Oki Suyatno.

Baca: Polsek Antapani Bandung Razia Tiga Warung, 86 Botol Miras Disita

Oki Suyatno menambahkan, suplai minuman keras terus mengalir ke Kabupaten Bandung pun dipengaruhi oleh jumlah permintaan yang banyak.

"Kewajiban Satpol PP juga, hanya sebatas membawa ke pengadilan, sementara keputusan kan tergantung hakim," ujar Oki Suyatno.

Hingga saat ini, terdapat 141 korban miras oplosan terdata di Kabupaten Bandung, 94 korban di antaranta dari RSUD Cicalengka. Sementara itu korban tewas sudah mencapai 41 orang.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help