Komunitas LayarKita Adakan Nobar Film American Gangster di Auditorium IFI

Komunitas LayarKita mengadakan kegiatan nonton bareng (nobar), sebuah film yang berjudul "American Gangster", di Auditorium IFI

Komunitas LayarKita Adakan Nobar Film American Gangster di Auditorium IFI
TRIBUN JABAR/ERY CHANDRA
Suasana Komunitas LayarKita nobar film American Gangster, di Auditorium IFI Bandung, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin (9/4/2018), malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunitas LayarKita mengadakan kegiatan nonton bareng (nobar), sebuah film yang berjudul "American Gangster", di Auditorium Institut Francais Indonesia (IFI), Bandung.

Sejumlah orang hadir di acara nobar film American Gangster tersebut yang dimulai sekitar pukul 18.06 hingga selesai pada pukul 21.00 WIB, nanti. Sekitar puluhan orang itu tampak menyimak film yang menggunakan subtitle berbahasa inggris tersebut.

Koordinator Komunitas LayarKita, Tobing Jr, mengatakan tujuan Komunitas LayarKita mengadakan nobar tersebut adalah ingin menyampaikan pesan untuk mengedukasi masyarakat dengan cara menawarkan film-film lain yang tidak diputar di bioskop.

Baca: Akibat Premium Langka, Pemerintah Bakal Tugaskan Pasok ke Semua Daerah, Pertamina Tanggapi Begini

Baca: Fadli Zon Sepakat 100 Persen dengan Tagar #2019GantiPresiden, Kalau Tidak Indonesia Kacau

"Kami menawarkan alternatif film lain yang susah didapat dan selama ini tidak pernah diputar dibioskop," ujar Tobing, di Auditorium IFI Bandung, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin (9/4/2018), malam.

Tobing menuturkan akan menghadirkan sesi diskusi setelah selesai menonton film tersebut. Misalnya, dengan membahas proses pembuatan film, orang-orang yang terlibat dibalik layar film, pemeran utama pernah terlibat difilm apa, sutradaranya pernah menyutradarai film apa saja, dan lain-lain.


"Ada ruang buat kami berdiskusi. Misalnya anda tidak mengerti dengan filmnya, tidak setuju dengan filmnya, bisa dikomplain, diobrolkan, itu ruang disksusi," ujar Tobing.

Tobing menuturkan pemutaran film-film yang dilakukan serupa di Kota Bandung masih sangat jarang dilakukan disertai dengan ruang berdiskusi.

"Jadi kami mempertemukan orang-orang yang ingin tahu. Setiap pemutaran selalu diskusi," kata Tobing.

Tobing berharap dari pemutaran film tersebut, agar masyarakat bisa teredukasi, dalam arti kedepannya supaya mereka yang pernah ikut nobar ketika menonton film dibioskop dapat secara kritis memilih film yang berkualitas.

"Karena kami mulai edukasi dari sini. Mengkritisi hal-hal yang sederhana dari sini. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis," ujarnya. (*)

Penulis: Ery Chandra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help