Remaja Malang Ini Harus Diinfus Setiap Hari, Orang Tuanya pun Terpaksa Melakukan Ini, Memilukan

Aris Rahman memang menjadi ketergantungan pada obat infus tersebut akibat penyakit thalassemia mayor yang dideritanya sejak lahir.

Remaja Malang Ini Harus Diinfus Setiap Hari, Orang Tuanya pun Terpaksa Melakukan Ini, Memilukan
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Nanan Syahroni membantu Aris yang kesulitan berbaring 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Lengan mungilnya tak pernah lepas dari suntikan jarum infus, sementara wadah infusnya sendiri diapit oleh lengan bagian dalamnya agar tak jatuh.

Obat yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat infus tersebut terpaksa dipasang pada tubuh Aris Rahman (17) rutin setiap harinya.

Aris Rahman memang menjadi ketergantungan pada obat infus tersebut akibat penyakit thalassemia mayor yang dideritanya sejak lahir.

"Memang harus dipasang terus, hanya sesekali dilepasnya, paling dua atau tiga jam, kemudian dipasang lagi," ujar Nanan Syahroni (61), ayah Aris, ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Dusun Sukaluyu RT 01/RW 07, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jumat (6/4/2018).

Baca: Tahun 2019 Mendatang, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Ketersediaan Air Bersih 85 Persen

Aris pun sudah tak perlu menemui dokter atau suster hanya untuk memasang atau mengganti infus.

Sang ibu, Een Marlina (49), sudah belajar dan mampu untuk menggantikan infus sekaligus menyuntikkam jarum infus tepat ke tubuh Aris.

Een mengaku tak memiliki pilihan lain selain belajar menyuntikkan jarum infus ke lengan putra bungsunya itu.

"Kalau harus ke dokter terus kan tambah biaya, memang di rumah sakit gratis, tapi ongkos transportasi kan bayar, mana mengganti infus kan sering," ujar Een.

Baca: Ini 4 Sajian Ayam Geprek Paling Populer di Bandung, Ada yang Pakai Mozzarella Loh!

Meski begitu, Aris tetap saja sering datang ke rumah sakit, penyakitnya membuat Aris tergantung pada transfusi darah.

Een berharap Aris dapat sembuh dan membaik sehingga bisa kembali beraktifitas seperti pemuda seusianya.

"Kasihan melihatnya, lengannya sering pegal karena diinfus terus," ujar Een.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help