TribunJabar/

Sopir Angkot di Sumedang Membubarkan Diri dari Kantor DPRD Setelah Keputusan Mediasi Dianggap Adil

Sebelumnya, para sopir angkutan kota (Angkot) di Kabupaten Sumedang yang melakukan ujuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Sumedang

Sopir Angkot di Sumedang Membubarkan Diri dari Kantor DPRD Setelah Keputusan Mediasi Dianggap Adil
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA
Para pengemudi angkot dari berbagai trayek berkumpul untuk melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD Kabupaten Sumedang, Kamis (5/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah sopir angkot yang melakukan mediasi dengan anggota DPRD Sumedang akhirnya menerima hasil dan aksi pun membubarkan diri.

Sebelumnya, para sopir angkutan kota (Angkot) di Kabupaten Sumedang yang melakukan ujuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Sumedang, Kamis (5/4/2018), berjanji akan melakukan aksi cabut kunci.

Aksi cabut kunci atau membiarkan angkotnya terparkir di tengah jalan rencananya akan dilakukan selama angkutan berbasis aplikasi online masih diizinkan beroperasi.

Baca: Henhen Herdiana Selalu Lakukan Ini Sebelum Bertanding Membela Persib

Baca: Bus Pemain Manchester City Disergap Suporter Liverpool, Lalu Dilempari Botol Sambil Nyalakan Flare

Bahkan sempat terjadi ketegangan di antara para sopir angkot ketika anggota DPRD tak juga menemui kerumunan massa di depan Kantor DPRD, dan memilih mediasi dengan perwakilan sopir angkot.

"Kami kan menuntut penghapusan aplikasi online itu, lagipupa belum jelas regulasinya, tidak ada trayeknya juga," ujar Dayat (45), Koordinator Sopir Angkot 04

Dayat menyampaikan, selama tuntutan belum dipenuhi, maka massa akan bertahan di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang.

Namun ketegangan berhasil diredam setelah mediasi dengan perwakilan sopir angkot dinilai dapat berpihak pada sopir angkot.

"Tadi dikatakan pengoperasian angkutan online di Sumedang akan dibekukan dulu, meskipun untuk sementara, hingga regulasinya jelas," ujar Dayat.

Baca: Ini Sikap Mohamed Salah yang Luar Biasa, Aksinya Tertangkap Kamera Saat Liverpool Ungguli City

Meski tidak sepenuhnya puas dengan hasil mediasi yang dilakukan dengan anggota DPRD dan pihak-pihak terkait, namun keputusan tersebut dinilai menjadi harapan baru bagi para sopir angkot.

"Meski hanya sementara, setidaknya keberadaan angkutan online di Kabupaten Sumedang dapat dikaji kembali," ujar Dayat. (*)

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help