Tim Mitigasi Bencana Geologi Teliti Gerakan Tanah di Ciamis

Di Dusun Pamekaran Desa Payungagung Panumbangan sebanyak 58 rumah terancam akibat gerakan tanah.

Tim Mitigasi Bencana Geologi Teliti Gerakan Tanah di Ciamis
Tribun Jabar/Andri M Dani
Runtuhan tembok tebing di Dusun Cidewa, Desa Dewasari Cijeungjing, Ciamis, Selasa (14/11/2017) malam menimpa mobil yang sedang diparkir di samping rumah kediaman Hamim (56). Puing longsor juga menimpa dapur rumah milik korban. Hujan lebat yang mengguyur Ciamis sejak Selasa (14/11) sore hingga Rabu (15/11/2017) pagi memicu banjir yang menggenangi ratusan rumah di Dusun Padomasan Desa Purwosari Banjarsari menyusul meluapnya Sungai Cikaso dan Sungai Cikawase. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Tim Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi (MBGV) sejak Selasa (27/3) melakukan penelitian di sejumlah titik peristiwa gerakan tanah di Ciamis yang terjadi pada bulan Februari dan Maret.

“Kemarin (Selasa, 27/3) Tim Geologi sudah melakukan penelitian di Payung Agung Panumbangan, Tanjung Sukur Rajadesa dan Sudimara Panawangan. Rabu di Cikoneng Nasol dan Darmacaang,” ujar Kabid Darlog BPBD Ciamis, Ani Supiani kepada Tribun Rabu (28/3).

Bulan Februari lalu, menyusun hujan lebat  ekstrim yang nyaris tiap hari mengguyur Ciamis, telah menimbulkan bencana longsor dan gerakan tanah di 72 titik di 9 kecamatan.

Di antaranya di Dusun Sudimara Desa/Kecamatan Panawangan 13 rumah terancam gerakan tanah, saluran irigasi Jagabaya ambles bergeser pasokan air untuk 800 hektare sawah terganggu. 

Lebih parah di Desa Tanjunsukur, Tanjungsari, Tanjungjaya dan Desa Sukajaya Rajadesa setidaknya 79 rumah terancam akibat retakan tanah.

Baca: Pemkab Cianjur Akan Relokasi Rumah Warga yang Ada di Bibir Tebing Longsoran Puncak Pass

Baca: Warga Ceritakan Detik-detik Longsor di Puncak Pass

Di Dusun Pamekaran Desa Payungagung Panumbangan sebanyak 58 rumah terancam akibat gerakan tanah.

Demikian pula di Desa Kaso  Tambaksari, Neglasari Pamarican serta Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar.

Tim dari Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi ini menurut Ani akan melakukan penelitian di sejumlah titik kejadian gerakan tanah tersebut selama dua minggu.

“Diharapkan nanti  hasil penelitiannya lengkap dengan rekomendasinya untuk mengantisipasi bencana lanjutan,” katanya.(Andri M Dani/Tribun Jabar) 

Baca: Michael Essien Hengkang, Persib Bandung Kekurangan Gelandang Bertahan

Baca: Persib Bandung Asah Skema Baru, Fernando Soler: Mereka Konsisten Cetak Gol

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help