Ada Longsor, Hotel Puncak Pass Rugi Rp 500 Juta Karena Pengunjung Banyak yang Batal

Sondari mengatakan selain pengunjung pribadi ada juga pengunjung dari grup yang membatalkan untuk menginap di Puncak Pass.

Ada Longsor, Hotel Puncak Pass Rugi Rp 500 Juta Karena Pengunjung Banyak yang Batal
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Tanggul karung di Jalan Puncak Pass membuat jalan hanya bisa digunakan setengah badan jalan, jalur Puncak masih dilakukan sterilisasi karena masih dilakukan pembersihan sisa longsor, Selasa (6/2/2018) 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sales Marketing Manajer Puncak Pass Hotel dan Resort, Sondari Ekawati mengatakan, seharusnya pada liburan panjang akhir pekan ini hotel penuh dengan pengunjung.

Namun karena bencana longsor dan ditutupnya jalur Puncak banyak pengunjung yang batal menginap.

Ia mengatakan belum memprediksi secara rinci berapa kerugian akibat batalnya para pengunjung menginap, namun dari hasil sementara prediksi kerugian mencapa Rp 500 juta.

"Banyak yang batal menginap, seharusnya Jumat dan Sabtu ini hotel penuh dengan pengunjung karena ini libur panjang akhir pekan," ujar Sondari, Kamis (29/3).

Sondari mengatakan selain pengunjung pribadi ada juga pengunjung dari grup yang membatalkan untuk menginap di Puncak Pass.

"Kami belum memprediksi berapa tepatnya kerugian, namun ini bencana jadi kami tak bisa apa-apa," kata Sondari.

Baca: Longsor Susulan Terjadi di Puncak Pass, Lihat foto-fotonya

Baca: Lukman Hakim Blak-Blakan Orang Kemenag Murka, Arteria Dahlan Diminta Tanggung Jawab Ini

Marketing Comunication Sahid Eminence Hotel, Rizki Sutrisna mengatakan, hotelnya baru saja sembuh pasca longsor dua bulan lalu.

Kini dalam proses mendatangkan pengunjung. Namun tiba-tiba longsor lagi. Ia mengatakan ini merupakan pukulan yang kedua bagi bisnis hotel dan wisata di wilayah Cianjur. Rizki mengatakan pascalongsor terjadi banyak pengunjung yang kebingungan untuk kembali ke Jakarta.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help