Sebagian Gedung SDIT Pesantren Siliwangi Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Berdasarkan informasi, percikan api pertama kali muncul dari bangunan yang diketahui sebagai ruangan dapur umum.

Sebagian Gedung SDIT Pesantren Siliwangi Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
istimewa
Kebakaran di SDIT Pesantren Siliwangi di Jalan Raya Tutugan, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut pada Senin malam (26/3/2018 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pascakebakaran yang melanda SDIT Pesantren Siliwangi di Jalan Raya Tutugan, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, pihak yayasan mengklaim mengalami kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 824 juta.

Kepala Desa Haruman, Hernawan, menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi dampak kerusakan kebakaran yang terjadi pada Senin malam (26/3/2018).

"Itu adalah hitungan sementara kami hingga sampai saat ini," kata Hernawan kepada wartawan di Kantor Desa Haruman, Selasa (27/3/2018).

Baca: Cerita Ni Made Dwi Keliling Sejumlah Daerah di Indonesia Pakai Sepeda Onthel

Terkait kerusakan, ia mengatakan, kerusakan meliputi dua ruang kelas yang memiliki luas sekitar 168 meter persegi senilai Rp 126 juta, sembilan unit wc Rp 27 juta, meubel Rp 100 juta, lima unit komputer Rp 25 juta, dan satu unit dapur Rp 6 juta.

"Sisanya satu set marching band yang ludes terbakar," ujarnya.

Si jago merah melalap habis sebagian gedung di SDIT Pesantren Siliwangi, Jalan Raya Tutugan, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Senin (26/3/2018), pukul 18.30 WIB.

Baca: Wabup Bandung Barat Sebut Pemkab Miliki Saham Rp 10 Miliar di BJB

Berdasarkan informasi, percikan api pertama kali muncul dari bangunan yang diketahui sebagai ruangan dapur umum.

Diketahui api yang muncul dari salah satu ruangan ini muncul dan menjalar ke dua bagian ruangan di sampingnya, lalu menghanguskan seluruh koleksi perpustakaan mini, komputer,‎ alat marching band, serta alat peraga yang terbagi ke dalam empat sekat ruangan.


Pimpinan Yayasan Siliwangi, Ila Susanti, mengatakan, saat kejadian berlangsung, seluruh santri dan penjaga pesantren tersebut tengah melaksanakan ibadah salat magrib di masjid.

"Setiap magrib, semua ada di masjid," kata Ila di lokasi kejadian, Senin (26/3/2018).

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help