Manisnya Gula Kelapa Mulai Dirasakan Petani Penyadap, Sudah Dua Minggu Ini Harganya Naik Tajam

Saung sederhana tersebut berada di lereng tebing sisi muara Sungai Cipanarekean tak jauh dari sisi pantai laut selatan, Samudera Indonesia.

Manisnya Gula Kelapa Mulai Dirasakan Petani Penyadap, Sudah Dua Minggu Ini Harganya Naik Tajam
TRIBUNJABAR/ANDRI M DANI
Sinta (20) pembuat gula kelapa di lembah muara Sungai Cipanerekean Pangandaran. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Di tengah kebun yang penuh semak belukar di lereng tebing muara Sungai Cipanerekean Kamis (22/3) siang itu, ada seorang ibu muda tengah menjerang kuali/ketel besar dalam saung yang amat sederhana.

Asap mengepul dari atas tungku dengan api yang menyala tercium aroma lahang (nira) yang tengah mendidih dan mengundang selera.

Sedikit keringat terlihat menetes dari kening Sinta (20), ibu muda yang dimaksud. Sinta bersama kakaknya, Ida Marlina (32) tengah memasak nira menjadi gula kelapa.     

Ya, mereka adalah para petani penyadap nira.

Itulah kesibukan yang setiap hari dilakukan Sinta di saung yang berada jauh dari pemukiman warga di Dusun Karangsari Rt 11 RW 01 Desa Putrapingan Kecamatan Kalipucang Pangandaran tersebut.

Saung sederhana tersebut berada di lereng tebing sisi muara Sungai Cipanarekean tak jauh dari sisi pantai laut selatan, Samudera Indonesia.

Hanya ada jalan setapak berbatu mendaki dan menurun untuk menuju saung tersebut. Jalan setapak ini juga biasa digunakan warga yang akan menuju muara Sungai Cipanerekean.

Baca: Penyebab Meninggalnya Bassist Navicula adalah Multiple Fracture dan Cedera Kepala Berat

Baca: Hasil Pekan 1 Liga 1, Lengkap dengan Video Gol-gol

Baca: Febri Hariyadi Diincar Klub Prancis, Persib Bandung Siap Melepas

Halaman
1234
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help