Banjir di Kota Bandung

Banjir Sergap Bandung, Warga Diminta Waspada dan Segera Melapor ke Diskar Jika Perlu Bantuan

Bisa menghubungi petugas yang terdekat. Di tingkat kewilayahan ada biar cepat tertangani. Diskar PB lebih kepada penyelamatan.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Kisdiantoro
istimewa
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bandung pada Selasa (20/3/2018) sore membuat kawasan Jalan Jatihandap diterjang air kiriman. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Banjir menyergap sejumlah tempat di Kota Bandung, di antaranya kawasan Jatihandap.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara mengimbau masyarakat Kota Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.

Imbauan tersebut ditujukan terutama untuk warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor. Sebelumnya imbauan tersebut disebarkan oleh akun twitter Diskar PB Kota Bandung sekitar pukul 16.04 WIB, Selasa (20/3/2018).

Ferdy menuturkan akan selalu siap melayani masyarakat dalam bentuk penanggulangan bencana yang terjadi. Termasuk dengan pemberitahuan melalui medsos agar masyarakat tidak segan untuk melaporkan apabila terjadi kejadian sehingga cepat tertangani.


"Bisa menghubungi petugas yang terdekat. Di tingkat kewilayahan ada biar cepat tertangani. Diskar PB lebih kepada penyelamatan. Siapa pun lah ya untuk turut membantu," ujar Ferdy, saat dihubungi Tribun Jabar melalui ponselnya, Kota Bandung, Selasa (20/3/2018).

Ferdi mengatakan, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana menyampaikan supaya masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan cuaca yang tak menentu.

"Harus lebih hati-hati pada masyarakat. Potensi banjir, longsor, angin kencang masih ada," ujar dia.

Baca: Terungkap! Alasan Opick Enggan Ceraikan Istri Kedua, Padahal Istri Tua Sudah Beri Kesempatan Rujuk

Cuaca hujan yang terus menurus, kata dia, dapat menyebabkan potensi terjadinya pengikisan struktur tanah sehingga terjadi longsor. Terutama khusus penduduk yang tinggal di kawasan bukit atau tebing.

"Memudahkan masyarakat untuk melaporkan apabila ada kejadian. Petugas kami yang berada di timur, barat, selatan, dan utara bersiap mengantisipasi," ujar dia.

Menurutnya, seperti angin puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu karena disebabkan kawasan di Bandung Utara sudah dalam keadaan sedemikian kritis.

"Ada tanggul yang jebol sehingga air tidak meresap karena banyak berdiri bangunan yang tidak mengindahkan aturan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved