Status Tanggap Darurat Bencana Ditetapkan

Status tanggap darurat bencana di Kabupaten Bandung telah ditetapkan Pemerintah, terhitung tanggal. . .

Status Tanggap Darurat Bencana Ditetapkan
ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID - Status tanggap darurat bencana di Kabupaten Bandung telah ditetapkan Pemerintah, terhitung tanggal 15 hingga 21 Maret 2018.

Berdasarkan analisis kondisi bencana yang terjadi selama hampir 20 hari, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH,S.Ip.,M.Ip menandatangani Surat Keputusan nomor : 360/Kep-237-BPBD/2018 dan menyatakan status keadaan tanggap darurat bencana banjir, tanah lonsor dan angin kencang/puting beliung pada tanggal 14 Maret 2018. di 22 Kecamatan.

Hal tersebut terungkap usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Bandung yang berlangsung di Gedung Moch. Toha Soreang, Rabu (14/3/2018).

“Berdasarkan kajian dari beberapa element dan lembaga mengenai kondisi bencana yang terjadi, status siaga darurat kita tingkatkan menjadi tanggap darurat bencana selama sepekan.

Kita tetapkan status ini, supaya penyelenggaraan penanggulangan bencana lebih sinergis, akses BPBD dalam hal menjalankan fungsi komando dan koordinasi lebih leluasa, pengerahan SDM, pembiayaan, penyelamatan, perizinan,
pengadaan barjas, hingga operasional lainnya,” ungkap Bupati

Hal lain yang mendorong pemerintah untuk segera menetapkan status tanggap darurat kata Bupati, karena sesuai kajian Forcaster BMKG, hujan masih berlangsung hingga bulan Mei, walau intensitasnya akan menurun di bulan April. Artinya perubahan cuaca masih ekstrim perlu diwaspadai.

“Kalau kata BMKG, cuaca ekstrim masih akan berlangsung hingga mei,walau nanti di april menurun. Yang kita perhitungkan adalah dampak dan resiko dari cuaca ekstrim itu. Kita focus pengerahan semua kapasitas yang ada, artinya dengan naiknya status ini, penanganan harus benar- benar maksimal, mulai dari assessment korban, kebutuhan, kerugian, pemenuhan air bersih, sanitasi atau toilet, pelayanan medis, pangan dan gizi serta pengelolaan sampahnya,”tegasnya.

Selain itu, tambah Bupati, harus dikoordinasikan juga mengenai pengerahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Karena dalam hal penanggulangan bencana, bukan saja dari unsur Organisasi perangkat daerah (OPD) saja yang bekerja, disana ada keterlibatan TNI, para penggiat kebencanaan, Basarnas, PMI, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat
(Sibat) perangkat wilayah serta pihak swasta.

“Semuanya harus bersinergis melakukan upaya kesiapsiagaan darurat, sehingga mampu meminimalisir potensi dampak bencana yang terjadi. Semuanya bekerja, niatkan ibadah, berempati merasakan dan ikut mengurangi penderitaan sesame, hilangkan ego sectoral, semuanya membaur sabilulungan menjadi satu dengan misi kemanusiaan,” harap
Bupati.

Ke-22 Kecamatan yang dinyatakan tanggap darurat yakni wilayah Kecamatan Ciparay, Ibun, Solokanjeruk, Paseh, Majalaya, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Arjasari, Cileunyi, Pacet, Banjaran, Pangalengan, Katapang, Rancaekek, Pameungpeuk, Nagreg, Kutawaringin, Kertasari, Rancabali, Ciwidey, dan Cicalengka. (Humas Kabupaten Bandung)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help