Registrasi Kartu SIM Dinilai Terlalu Banyak Umbar Data Pribadi

Koordinator Regional SAFEnet, Damar Juniarto menilai registrasi kartu SIM prabayar menghimpun terlalu banyak data pribadi.

Registrasi Kartu SIM Dinilai Terlalu Banyak Umbar Data Pribadi
net
Registrasi kartu SIM Prabayar 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Registrasi kartu SIM prabayar dengan menggunakan NIK dan KK masih menuai kontroversi. 

Ada kecurigaan data itu dibocorkan atau disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, baik dari sisi pemerintah maupun swasta. 

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan, pemerintah menjamin data masyarakat tak bakal bocor.

Pasalnya data masyarakat tak pernah dipegang Kominfo atau operator telekomunikasi, melainkan langsung masuk ke Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk validasi identitas pelanggan kartu SIM prabayar. 

Kendati begitu, Koordinator Regional SAFEnet, Damar Juniarto menilai registrasi kartu SIM prabayar menghimpun terlalu banyak data pribadi. 

Meski tampaknya hanya NIK dan nomor KK, tetapi dari situ ada beberapa penggalan informasi lain. 

Baca: Teori-teori Kontroversial Stephen Hawking, dari Tuhan Tak Ciptakan Bumi sampai Kontak dengan Alien

Baca: Ini Dia Jersey Persib Bandung Musim 2018, Bukan Biru-biru tapi Biru-Putih

Damar menjelaskan, NIK seseorang memberikan informasi kode provinsi, kode kota/kabupaten, kode kecamatan, tanggal lahir, bulan lahir, tahun lahir, dan nomor komputerisasi. 

Artinya, NIK bisa menjelaskan usia dan asal seseorang. 

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved