Pilgub Jabar 2018

Setelah Debat Publik Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Yakin Pesannya Menyentuh Hati Masyarakat

Dedi Mulyadi mengaku cukup tenang menghadapi Debat Publik ini. Tidak ada persiapan khusus

Setelah Debat Publik Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Yakin Pesannya Menyentuh Hati Masyarakat
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat unjuk kreativitas di sesi kelima Debat Publik Pertama Pilgub Jawa Barat 2018 yang digelar KPU Jawa Barat dan disiarkan langsung KompasTV, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin (12/3/2018). Debat yang dipandu Direktur Pemberitaan KompasTV, Rosianna Silalahi itu, bertema Ekonomi, Politik, Pemerintahan Daerah, Infrastruktur, Hukum, Pertahanan dan Keamanan, Industri, Perdagangan dan Teknologi, serta UMKM dan Koperasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG– Cawagub Dedi Mulyadi meyakini hasil Debat Publik Pertama Cagub-Cawagub Jabar cukup baik.

Pria yang selalu menggunakan ikat kepala khas Sunda itu yakin bisa program dan visi-misinya ditangkap baik oleh masyarakat Jawa Barat.

“Pesan saya yang terakhir menyentuh seluruh hati orang Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi ketika ditemui di Sabuga, setelah selesai acara Debat Publik Pertama Cagub-Cawagub Jabar, Senin (12/3/2018).

Dedi Mulyadi mengaku menyampaikan pesan yang dapat menggambarkan program kerjanya terpilih sebagai wakil gubernur Jawa Barat.


“Kami hadir untuk mengobati orang sakit yang enam bulan harus mengantre biaya operasi, kami hadir untuk menyelesaikan masyarakat miskin yang hari ini harus mengonsumsi beras raskin padahal dia buruh tani, kami hadir untuk mengobati luka-luka yang ternganga,” kata Dedi Mulyadi.

Ia juga mengatakan telah memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai cawagub Jabar.

Dalam kesempatan itu, ia yakin sudah menawarkan solusi untuk setiap permasalahan yang ada.

Dedi Mulyadi mengaku cukup tenang menghadapi Debat Publik ini. Tidak ada persiapan khusus baginya menjelang debat yang disiarkan Kompas TV itu.  (*)

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help